KAI Catat Penjualan Tiket Mudik Tembus 1,81 Lembar Jelang Lebaran 2022

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, penjualan tiket KA Jarak Jauh untuk periode mudik mencapai 1.814.611 lembar sampai dengan H-2 Idulfitri atau pada 30 April 2022. Angka ini setara 70 persen dari total tiket yang disediakan untuk periode keberangkatan pada 22 April hingga 13 Mei 2022.

"Sampai dengan 30 April, KAI telah menjual 1.814.611 tiket KA Jarak Jauh atau 70% dari total tiket yang disediakan untuk periode keberangkatan pada 22 April hingga 13 Mei 2022," ujar Vice President Public Relations KAI Joni Martinus kepada Merdeka.com, Sabtu (30/4).

Adapun, lanjut Joni, rute favorit masih didominasi sejumlah kota yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti dari Jakarta ke Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan lainnya.

"Rute favoritnya yaitu dari Jakarta ke Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan lainnya," bebernya.

Joni Martinus mengatakan, tiket untuk masa pra lebaran dari Jakarta memang sudah cukup banyak terjual. Meski demikian, tiket untuk perjalanan pasca lebaran dari Jakarta ke berbagai daerah masih cukup banyak tersedia.

"Misalnya untuk keberangkatan 4 sampai 13 Mei, okupansinya masih 34 persen," urainya.

KAI Imbau Masyarakat Pesan Tiket di Web Resmi

Untuk itu, KAI mengimbau masyarakat dapat segera melakukan pemesanan tiket tersebut di KAI Access, web KAI, atau seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya.

Selain itu, KAI mengimbau kepada para pelanggan untuk dapat mengatur waktu dengan tidak datang terlalu awal ke stasiun keberangkatan. Hal ini untuk mengantisipasi kepadatan pelanggan di stasiun-stasiun keberangkatan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait syarat naik KA di masa pandemi Covid-19, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121. [ags]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel