KAI Daop II Tak Wajibkan Balita Bawa Surat Negatif COVID-19

Lis Yuliawati, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop II Bandung memberlakukan aturan penumpang harus melampirkan surat keterangan hasil negatif virus corona atau COVID-19 berdasarkan tes GeNose C19. Namun, syarat itu tidak diwajibkan untuk anak-anak di bawah usia lima tahun.

Selain GeNose C19, kewajiban tersebut berlaku untuk keterangan hasil tes negatif Rapid Test Antigen dan RT-PCR atau Swab.

"Masa berlaku surat keterangan GeNose C19 atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR dengan hasil negatif yang sampelnya diambil maksimal 3x24 sebelum jam keberangkatan," ujar Manager Humasda Daop II Bandung, Kuswardoyo dalam keterangan pers, Rabu, 10 Februari 2021.

Namun, Daop II Bandung mewajibkan penumpang yang berangkat pada hari libur keagamaan agar membawa hasil tes negatif maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

"Khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, pelanggan diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C19 atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum jam keberangkatan perjalanan," katanya.

Selain itu, untuk mempercepat upaya memutus mata rantai penularan COVID-19, mulai 10 Februari 2021 waktu perjalanan kereta api akan semakin singkat dan sebagian KA mengalami perubahan jadwal keberangkatan.

Hal ini karena KAI mulai memberlakukan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2021 yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1385/2020 tentang Penetapan Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021 dan KP 1362 Tahun 2020 tentang Penetapan Lintas Pelayanan Perkeretaapian pada Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021.

Dengan adanya perubahan Gapeka ini, Daop II Bandung mengimbau agar calon pengguna jasa KA harus memperhatikan dan memastikan kembali jadwal perjalanan kereta api saat melakukan sehingga tidak ada pengguna jasa KA yang tertinggal.

"Terkait dengan pemberlakuan Gapeka di wilayah Daop 2 Bandung terdapat beberapa perjalanan KA Lokal yang berhenti di Stasiun Gedebage, namun bukan untuk turun naik penumpang melainkan hanya untuk persilangan KA saja," katanya.