Kai Havertz, dari Rising Star jadi Rekrutan Terburuk Tahun Ini?

Pratama Yudha
·Bacaan 1 menit

VIVAChelsea menghabiskan dana besar untuk merekrut pemain pada musim panas lalu. Total, ada tujuh pemain didatangkan dengan dana lebih dari 250 juta euro.

Dari ketujuh pemain tersebut, Kai Havertz jadi pemain termahal yang diboyong ke Stamford Bridge. The Blues menghabiskan uang 80 juta euro demi membajaknya dari Bayer Leverkusen.

Melihat penampilannya musim lalu, pemain asal Jerman memang pantas dibanderol dengan harga mahal. Dia mencatatkan 45 penampilan dilengkapi dengan 18 gol. Menjadikannya rebutan para raksasa Eropa di musim panas lalu.

Pada akhirnya, Chelsea yang berhasil mendapatkan jasa pemain 21 tahun tersebut. Awalnya, kehadiran Havertz diharap melengkapi trisula lini serang dengan Timo Werner dan Hakim Ziyech.

Sayangnya, Havertz dinilai belum bisa mewujudkan ekspektasi tinggi yang disematkan padanya. Dari 20 laga yang telah dijalani, Havertz baru menorehkan empat gol di semua kompetisi. Sementara, di Premier League lebih miris lagi.

Dikutip Marca, dia baru mencetak satu gol dan dua assists. Sebuah angka yang tak diharapkan dari seorang pemain berharga 80 juta euro.

Frank Lampard juga disebut belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ditambah, performanya sempat turun lantaran terjangkit virus corona COVID-19.

Beruntung, kompetisi belum genap berjalan setengah musim. Itu berarti Havertz masih berkesempatan memperbaiki penampilannya yang saat ini belum menemukan sentuhan terbaiknya di Premier League.

Masih terlalu dini menyebutnya sebagai rekrutan terburuk tahun ini. Setidaknya, Lampard dan Chelsea harus sabar menunggu hingga akhir musim ini untuk mengevaluasi penampilannya.