KAI Kumpulkan Data untuk Tuntut Pengemudi Minibus yang Tabrak Gerbong KRL

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini tengah mengumpulkan sejumlah data dan bukti untuk memproses hukum pengemudi mobil yang menabrak kereta rel listrik (KRL) di perlintasan Citayam- Depok, Jawa Barat pada Rabu (20/4) lalu. Hal ini sebagai tindak lanjut dari rencana KAI yang akan memproses kecelakaan tersebut ke meja hijau.

"Saat ini sedang mengumpulkan data terkait kerusakan pada gerbong kereta," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus saat ditemui merdeka.com di Jakarta, Kamis (21/4).

Joni mengaku saat ini dia belum bisa memastikan seberapa parah kerusakan yang diakibatkan. Proses hukum yang disiapkan ini akan menentukan jenis tuntutan yang diajukan kepada pihak berwajib.

"Kita ambil langkah hukum tegas, bisa minta ganti rugi atau tuntutan pidana," kata dia.

Bila dihitung dalam nilai rupiah, Joni menyebut ganti rugi bisa mencapai puluhan juta. " Ya bisa sampai segitu (puluhan juta)," katanya.

Sementara itu, terkait lintasan sebidang tersebut saat ini sudah ditutup secara permanen. Sebab lokasi kejadian bukanlah perlintasan resmi atau liar.

Joni juga menyayangkan pengemudi mobil tersebut yang tidak sabar dan berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang. Dia meyakini tuntutan yang dilayangkan PT KAI akan dikabulkan karena dalam UU No 23 tahun 2008, menegaskan pengguna jalan wajib mendahulukan kereta api di perlintasan sebidang.

"Di UU No 23 tahun 2008 pasal 24 menyatakan kalau menghadapi perlintasan sebidang pengguna jalan raya wajib berhenti dan mendahulukan kereta api. Apalagi itu perlintasan liar yang tidak ada lampu standar," katanya. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel