KAI Layani Tes GeNose di Stasiun Jombang Mulai 20 Maret 2021 Besok

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun menambah layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Jombang, setelah sebelumnya hanya tersedia di Stasiun Madiun.

"KAI akan semakin meningkatkan pelayanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun. Mulai Sabtu tanggal 20 Maret pemeriksaan GeNose C19 tersedia di Stasiun Jombang," ujar Manager Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko dikutip dari Antara, Jumat (19/3/2021).

Secara nasional mulai 20 Maret 2021 KAI menambah sembilan stasiun yang menyediakan layanan GeNose C19. Enam stasiun di antaranya merupakan kerja sama antara KAI dan Farmalab, anak perusahaan Indofarma, yaitu Stasiun Bekasi, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Tegal, Kutoarjo, dan Lempuyangan.

Adapun tiga stasiun lainnya adalah kerja sama antara KAI dengan Rajawali Nusindo yaitu Stasiun Semarang Poncol, Jombang, dan Sidoarjo.

"Dengan adanya penambahan ini, total stasiun yang melayani GeNose C19 di wilayah Daop 7 Madiun ada 2 stasiun, yaitu Stasiun Madiun dan Stasiun Jombang," kata Ixfan.

Secara keseluruhan pelayanan GeNose C19 PT oleh KAI menjadi 23 stasiun. Sebelumnya, terdapat 14 stasiun telah melayani pemeriksaan GeNose C19 yaitu Stasiun Pasar Senen, Gambir, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Jember, dan Ketapang.

Selain PT KAI juga akan menaikkan tarif pemeriksaan GeNose C19 dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Ixfan mengatakan penyesuaian tarif itu akan terhitung mulai Sabtu 20 Maret 2021 setelah 1 bulan lebih diterapkan tarif khusus atau pre-launching sebesar Rp20 ribu.

Tarif Tes GeNose di Stasiun Naik Jadi Rp 30 Ribu, Ini Alasan KAI

PT KAI perpanjang rute kereta Mutiara Timur. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
PT KAI perpanjang rute kereta Mutiara Timur. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Tarif tes skrining Covid-19 GeNose di stasiun kereta api akan mengalami penyesuaian dari Rp 20 ribu menjadi Rp 30 ribu per tes.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengatakan, penyesuain tarif tes skrining Covid-19 ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan penerapan alat GeNose itu sendiri.

"Jadi itu kan waktu soft launching, Rp 20 ribu. Nah ini sudah dihitung-hitungkan, ini untuk memberi keberlangsungan terus, jadi Rp 30 ribu," ujar Didiek saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (18/3/2021).

Didiek melanjutkan, penetapan tarif GeNose pada prinsipnya mengikuti kebijakan dari Menteri Perhubungan. Yang pasti, GeNose diterapkan di stasiun sebagai salah satu alternatif tes skrining Covid-19 bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

Didiek membeberkan, GeNose sendiri menjadi pilihan bagi masyarakat karena efektivitas dan efisiensinya. Menurut data KAI, tercatat sebanyak 218 ribu orang telah melaksanakan tes GeNose di stasiun kereta api.

"Intinya kami akan terus memberikan layanan transportai dengan protokol kesehatan. Salah satu opsi sesuai Surat Edaran Satgas adalah GeNose. Genose lebih diminati masyakarat karena lebih cepat, mudah, tidak sakit dan lebih terjangkau," jelasnya.

Catat, Tarif GeNose di Stasiun Kereta Api Naik Jadi Rp 30 Ribu Mulai 20 Maret 2021

Calon penumpang menunggu keberangkatan kereta di Stasiun Senen, Jakarta, Jumat (25/12/2020). Petugas KAI yang mengenakan kostum Natal membagikan masker kepada calon penumpang untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 saat mudik Natal dan Tahun Baru 2021. (merdeka.com/Imam Buhori)
Calon penumpang menunggu keberangkatan kereta di Stasiun Senen, Jakarta, Jumat (25/12/2020). Petugas KAI yang mengenakan kostum Natal membagikan masker kepada calon penumpang untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 saat mudik Natal dan Tahun Baru 2021. (merdeka.com/Imam Buhori)

Tarif pemeriksaan tes GeNose C19 di stasiun kereta api mengalami penyesuaian. Setelah 1 bulan lebih diterapkan tarif khusus atau pre-launching sebesar Rp 20.000, maka efektif sejak 20 Maret 2021, tarif pemeriksaan GeNose C19 di stasiun adalah Rp 30.000.

"KAI akan semakin meningkatkan pelayanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun dengan secara bertahap menambah lokasi pemeriksaan GeNose C19," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya, Kamis (18/3/2021).

Selain itu, sebagai bentuk peningkatan pelayanan, pemeriksaan GeNose C19 di stasiun nantinya akan terintegrasi dengan ticketing system KAI, sehingga hasil pemeriksaan GeNose C19 pelanggan tersebut akan otomatis muncul pada layar boarding petugas. Saat ini fitur tersebut sedang dalam tahap finalisasi.

Mulai 20 Maret 2021 juga, KAI akan menambah 9 stasiun yang menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19. Enam stasiun di antaranya merupakan kerja sama antara KAI dan Farmalab, anak perusahaan Indofarma, yaitu Stasiun Bekasi, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Tegal, Kutoarjo, dan Lempuyangan. Adapun 3 stasiun lainnya adalah kerja sama antara KAI dan Rajawali Nusindo yaitu Stasiun Semarang Poncol, Jombang, dan Sidoarjo.

Dengan adanya penambahan ini, total stasiun yang melayani pemeriksaan GeNose C19 menjadi 23 stasiun. Sebelumnya, terdapat 14 stasiun telah melayani pemeriksaan GeNose C19 yaitu Stasiun Pasar Senen, Gambir, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Jember, dan Ketapang.

Joni mengatakan, hasil pemeriksaan GeNose C19 di 23 stasiun tersebut dapat dipakai untuk keberangkatan di seluruh stasiun yang melayani perjalanan KA Jarak Jauh.

"Penyediaan pemeriksaan GeNose C19 ini merupakan komitmen KAI terhadap kebijakan pemerintah terkait persyaratan naik KA Jarak Jauh sesuai SE Satgas Covid-19 No 7 tahun 2021 dan SE Kemenhub No 20 Tahun 2021," ujar Joni.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: