KAI Purwokerto antisipasi gangguan perjalanan KA saat musim hujan

·Bacaan 2 menit

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto mengantisipasi gangguan perjalanan KA saat musim hujan terutama di 16 titik daerah rawan longsor dan banjir

"Meskipun hingga saat ini belum semua KA dioperasikan, kami berupaya menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api, apalagi musim hujan akan segera datang," kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ayep Hanapi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.

Sebelumnya, Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto Daniel Johanes Hutabarat didampingi Wakil Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto Willy Suryamiharja dan jajaran melakukan pemeriksaan jalur rel KA pada hari Rabu (29/9), salah satunya jembatan BH 1120 di antara Bumiayu-Prupuk.

Menurut Ayep Haemeriksaan jalur rel tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan perjalanan KA terutama saat musim hujan.

Dari 16 titik rawan, tujuh di antaranya rawan banjir, yakni jembatan BH 1529 di KM 375+600 antara Kawunganten-Jeruklegi, jembatan BH 1495 di KM 357+285 antara Gandrungmangu-Kawunganten, jembatan BH 1468 di KM 335+307 antara Meluwung-Cipari, jembatan BH 1464a di KM 363+335 antara Notog-Kebasen.

Selanjutnya, jembatan BH 1300 di KM 334+944 antara Patuguruan-Karangsari, jembatan BH 1120 di KM 305+586 antara Linggapura-Bumiayu, jalur rel hilir di KM 321+950 hingga KM 322+200 di antara Kretek-Patuguran, dan jalur rel hilir di KM 321+550 hingga KM 321+800 di antara Kretek-Patuguran," katanya.

Selain rawan banjir, kata dia, jembatan BH 1120 di KM 305+586 antara Linggapura-Bumiayu juga rawan longsor.

Titik rawan lainnya berada jalur tunggal di KM35+400/KM 36+200 antara Slawi-Prupuk berupa tubuh baan (badan jalan, red.) labil, jalur hulu KM 305+100 hingga KM 305+500 antara Linggapura-Bumiayu berupa tubuh baan curam dan rawan longsor, jalur hilir KM 307+300 hingga KM 307+700 antara Linggapura-Bumiayu berupa tubuh baan rawan longsor, jalur hilir KM 310+700 hingga KM 310+800 berupa tubuh baan rawan longsor.

Selanjutnya, jalur hilir KM 312+000 hingga KM 312+200 antara Linggapura-Bumiayu berupa rawan amblesan, jalur hilir KM 339+600 hingga KM 340+000 berupa tubuh baan rawan longsor, jalur hilir KM 363+100/200 antara Notog-Kebasen berupa tebing rawan longsor, jalur tunggal KM 317+400/700 antara Banjar-Langen.

Lebih lanjut, Ayep mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya antisipasi di jalur rawan tersebut termasuk penjagaan situasional saat hujan deras.

"Di samping pemeriksaan prasarana, kami juga menempatkan alat material untuk siaga (AMUS) di beberapa titik seperti Prupuk, Bumiayu, Purwokerto, Kroya, Maos, dan Kutoarjo. Dengan demikian, AMUS terdekat dapat segera dikerahkan jika terjadi gangguan perjalanan kereta api," katanya.
Baca juga: Jalur KA Pohgajih-Kesamben Blitar bisa dilewati lagi setelah longsor
Baca juga: Pembangunan rel ganda Mojokerto-Sepanjang ditarget rampung 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel