KAI siapkan AMUS di Stasiun Purwosari untuk antisipasi gangguan KA

·Bacaan 1 menit

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) di Stasiun Purwosari Solo sebagai upaya antisipasi risiko gangguan operasional perjalanan kereta api.

Manajer Humas KAI Daop 6 Supriyanto di Solo, Jumat mengatakan para petugas terus intensif melakukan pemantauan di seluruh lintas yang menjadi kewenanganannya, termasuk melaksanakan perbaikan jalur di perlintasan sebidang.

Ia mengatakan AMUS sendiri merupakan alat bantu darurat yang terdiri dari peralatan kerja dan material di antaranya bantalan rel dan batu balas. Persiapan tersebut untuk tindakan cepat cepat ketika terjadi gangguan.

Untuk di kawasan Daop 6, selain di Purwosari, dikatakannya, AMUS juga disiapkan di Stasiun Patukan, Kabupaten Sleman.

Sementara itu, dikatakannya, dari sisi operasional kereta, seluruh kondisi di lintas selalu terpantau dan diperbarui melalui Pusat Kendali Operasi yang menjadi salah satu alat pantau yang efektif ketika terjadi gangguan operasional kereta termasuk saat musim hujan.

"Kondisi lintas diawasi oleh petugas-petugas yang sudah ditempatkan di setiap wilayah. Ini sangat penting untuk terus memberikan keamanan dan keselamatan bagi pengguna kereta api," katanya.

Ia mengatakan untuk di kawasan Daop 6 sendiri saat ini terdapat 322 perlintasan sebidang yang terdiri dari 127 perlintasan resmi dijaga, 178 perlintasan resmi tidak dijaga, dan 17 perlintasan tidak resmi.

Ia mengatakan sepanjang 2021 KAI Daop 6 sudah menutup sebanyak 15 perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

Ia mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk keselamatan operasional kereta api.

Baca juga: KAI terima penghargaan Public Service Excellence Award 2021

Baca juga: Mulai 3 November 2021, Naik KA Jarak Jauh cukup menggunakan Antigen

Baca juga: KAI imbau masyarakat waspadai penipuan berkedok rekrutmen pegawai

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel