Kak Seto Ungkap Asal Usul Rambut Poni, Gara-Gara Jatuh Sampai Dijahit

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kak Seto hingga hari ini kerap menjadi perhatian publik lantaran di usia yang sudah memasuki 70, ia masih terlihat sangat bugar.

Selain itu, penampilan Kak Seto pun terbilang konsisten sejak awal dikenal publik hingga sekarang. Ia memiliki model rambut poni yang menutupi dahi.

Banyak yang belum mengetahui secara pasti mengenai alasan pemilik nama Seto Mulyadi itu memiliki rambut poni. Namun belum lama ini, ia membeberkannya di hadapan Vincent Rompies dan Desta Mahendra.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Masa Kecil yang Bandel

Seto Mulyadi alias Kak Seto merayakan ulang tahun ke-70. (Foto: Instagram @kaksetosahabatanak)
Seto Mulyadi alias Kak Seto merayakan ulang tahun ke-70. (Foto: Instagram @kaksetosahabatanak)

Penyebabnya berawal dari masa kecil Kak Seto yang diakui sang psikolog senior tersebut lebih bandel ketimbang anak-anak zaman sekarang. Kak Seto pun mengaku sering naik ke atas genteng sampai dimarahi neneknya.

Luka Berat

Seto Mulyadi alias Kak Seto merayakan ulang tahun ke-70. (Foto: Instagram @kaksetosahabatanak)
Seto Mulyadi alias Kak Seto merayakan ulang tahun ke-70. (Foto: Instagram @kaksetosahabatanak)

Namun pada suatu hari, Kak Seto kecil kehilangan keseimbangan hingga akhirnya ia terjatuh sampai dahinya terluka cukup berat. Dari situlah asal-usul poni Kak Seto bermula.

Sampai Dijahit

"Gara-gara itu, pernah jatuh. Kepala di bawah, bocor, dan dijahit. Makanya pakai poni. Ini untuk menutupi jahitannya," ujar Kak Seto di kanal YouTube VINDES, belum lama ini.

Masih Berbekas

Kak Seto pun mengaku bahwa lukanya masih berbekas hingga sekarang. Menariknya, ia mengaku rambut poninya itu terinspirasi dari para musikus.

"Dulu saya juga penggemar The Beatles, Koes Bersaudara... Jadi, ya sudah buat menutupi sekalian," ungkap Kak Seto.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel