Kakak dan Adik di Pekanbaru Jadi Kurir Narkoba Berskala Besar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Riau menangkap dua kurir narkoba jenis sabu-sabu seberat 108 kilogram yang dikendalikan dari dalam Lapas Bangkinang, Riau, pada Senin lalu.

Kepala Polda Riau Irjen Agung Setia Imam Efendi didampingi wakilnya Brigjen Tabana, Rabu, 7 Juli 2021, menghadirkan empat pelaku, yakni BO dan adiknya BY serta RO dan RI berstatus napi. "Sabu-sabu ini dikirim dari Malaysia, pelaku mengaku akan diedarkan di Pekanbaru," katanya.

Pengungkapan peredaran barang haram itu berdasarkan informasi masyarakat. Pertama, terhadap pelaku kakak dan adik di Jalan Paus, Rumbai Pesisir. Saat itu, BO dan BY sedang mengemas paket sabu-sabu ke dalam mobil.

Saat penggeledahan, katanya, tim khusus memeriksa satu karung plastik warna putih yang di dalamnya ada 20 bungkus plastik warna kuning hijau berisikan sabu-sabu serta satu karung plastik warna putih berisikan 18 bungkus warna kuning hijau berisikan sabu-sabu.

"Kemudian langsung dilakukan pengembangan barang bukti lain yang disebutkan kakak adik ini ada di Jalan Labersa, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru," katanya.

Di lokasi ini, tim khusus kembali menemukan sabu-sabu yang disimpan di dalam karung plastik warna putih berisikan 22 bungkus plastik warna kuning hijau berisi sabu-sabu.

Kedua orang itu mengatakan masih ada beberapa paket sabu-sabu yang ditinggalkan di dalam kebun sawit di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, kata Agung.

"Hasil penyisiran di kebun sawit, tim khusus menemukan barang bukti satu karung plastik warna putih berisi 23 bungkus plastik warna kuning hijau berisikan sabu-sabu. Kemudian, tidak jauh dari lokasi pertama ditemukan satu karung plastik warna putih berisikan 25 bungkus plastik warna kuning hijau yang berisikan sabu-sabu," katanya.

Menurut BO, dia sudah dua kali menjadi kurir. Untuk pengiriman pertama, sabu-sabu sebanyak 4 kg, BO diupah sebesar Rp10 juta—Rp8 juta diberikan secara kontan dan Rp2 juta lagi ditransfer ke rekening BO dua bulan lalu.

BO mengku diperintah oleh napi di Lapas Bangkinang, dengan inisial RI dan RO, sehingga langsung dilakukan penangkapan terhadap kedua napi itu.

"'Dari fakta barang bukti dan pengembangan, kakak adik ini merupakan kurir berskala besar," katanya.

Perbuatan para tersangka diancam Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel