Kakak Kandung Meninggal, Agus Nurpatria Diizinkan Hakim untuk Melayat

Merdeka.com - Merdeka.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan permintaan penangguhan penahanan Terdakwa Agus Nur Patria yang meminta agar diberikan kesempatan ngelayat keluarganya meninggal.

"Dan tadi pada persidangan juga dimintakan permohonan untuk melayat, ya. Kita sudah bikinin penerapannya, saat ini sedang dimintakan tanda tangan dan akan diinformasikan," kata Hakim Ketua Ahmad Suhel sebelum menutup sidang perkara pidana obstruction of justice, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (27/10).

Meski begitu, Majelis Hakim masih merencanakan waktu pastinya untuk izin penangguhan penahanan yang masih menunggu penetapan lebih lanjut, dalam rangka melayat.

"Kita akan tanda tangan kepaniteraan untuk bisa nanti diserahkan kepada saudara. Permohonannya semua dikabulkan," tambah dia.

Pada kesempatan terpisah terkait permohonan tersebut, Penasihat Hukum, Henry Yosodiningrat menyampaikan bahwa penangguhan penahanan itu diajukan berkaitan dengan kabar duka atas meninggalnya kakak dari Agus Nur Patria.

"Untuk pak Agus Nurpatria, kami dari kuasa hukumnya mengajukan permohonan untuk bisa melayat karena kakak kandungnya meninggal dunia pada kemarin," ujarnya.

"Jadi beliau sedang dalam keadaan duka dan alhamdulillah untuk kedua permohonan itu dikabulkan oleh majelis hakim," tambah Henry.

Sementara untuk jadwal sidang lanjutan perkara dugaan obstruction of justice atas kematian Brigadir J dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, akan digelar pada Kamis (3/11) pekan depan. [ded]