Kakak Korban Mutilasi di Bekasi: Nyawa Bayar Nyawa

Merdeka.com - Merdeka.com - Identitas korban mutilasi di rumah kontrakan di Kampung Buaran RT01 RW02 Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi sudah terungkap. Korban bernama Angela Hindriati (54), wanita yang pernah dilaporkan hilang pada 2019 silam.

Jasad Angela ditemukan terpotong-potong dan terbungkus plastik di dalam dua boks kontainer di rumah kontrakan yang disewa pelaku bernama M Ecky Listiantho (34) pada Jumat (30/12) lalu.

Ecky ditangkap polisi di lokasi yang tidak jauh dari rumah kontrakannya pada hari itu juga. Dia ditangkap saat sedang bersama seorang perempuan di dalam mobil Mazda CX5 warna putih.

Polisi sudah menetapkan Ecky sebagai tersangka atas kasus pembunuhan dan mutilasi ini. Dia saat ini ditahan di Polda Metro Jaya dan masih menjalani pemeriksaan.

Turyono, kakak kandung Angela Hindriati berharap mendapat keadilan dari peristiwa yang telah dialami adiknya tersebut.

"Yang jelas harapan saya sebagai kakak kandung sangat mengharapkan keadilan seadil-adilnya," katanya saat dihubungi merdeka.com melalui Aplikasi WhatsApp, Sabtu (7/1).

Dia juga berharap pelaku pembunuhan adiknya itu bisa mendapat hukuman yang setimpal, yakni hukuman mati.

"Pelaku bisa mendapatkan hukuman mati, nyawa bayar nyawa mas, menurut saya dan harapan saya, tapi saya serahkan sepenuhnya kepada hukum yang berlaku," tegasnya.

Pembunuhan sadis ini terungkap berawal dari pencarian seorang laki-laki berinisial MEL yang dilaporkan hilang oleh keluarganya kepada polisi.

"Jadi awalnya ada anggota dari Polda menanyakan info orang hilang atas nama Ecky, terus sampai ke rumah saya, mereka menanyakan, saya jawab tidak kenal. Tapi info dari polisi katanya tinggal di sini," kata seorang saksi, Dian Ardiansyah yang merupakan warga sekitar di lokasi, Jumat (30/12).

Polisi tersebut kemudian melihat ada empat pintu kontrakan dan menanyakan terkait penghuni kepada Dian. Saat dicek ternyata terdapat selembar kertas yang dituliskan oleh pemilik kontrakan ditujukan kepada seseorang bernama Ecky.

"Anggota polisi nanya, ada kontrakan? Saya bilang ada. Saya tunjukkan di sini karena kosong ini. Ada empat pintu yang diisi, yang dua ini kosong yang dua lagi di ujung ada. Nah kata pihak kepolisian begitu melihat ada kertas, ada nama Ecky di sini, mereka yakin bahwa dia yang mengontrak di sini," ungkapnya.

Setelah memastikan orang yang mengontrak di situ adalah MEL, polisi pun langsung menyelidikinya. Saat mencari keberadaannya di kontrakan tersebut, polisi mencurigai mobil yang tancap gas ketika tiba tak jauh dari kontrakan.

Polisi kemudian mengejar mobil tersebut dan mendapati MEL bersama beberapa orang lain dalam kendaraan itu. Di antaranya terdapat seorang wanita yang diduga dikenal dari aplikasi MiChat.

"Tim keluar dari kos-kosan. Ada mobil yang tiba-tiba datang itu, kabur. Langsung kita kejar itu, akhirnya didapati beberapa orang termasuk tersangka, ada wanitanya juga," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Ariyadi, dalam keterangan di Polda Metro Jaya, Sabtu (31/12).

Setelah MEL diamankan, polisi kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di situlah polisi menemukan jasad wanita dimutilasi yang disimpan di dalam boks kontainer atau peti plastik. [fik]