Kakak Ungkap Pesan Terakhir Marinir Korban KKB Papua, Sedekah Kepada Orang Tak Mampu

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Sosok Praka Marinir Anumerta Dwi Miftachul Achyar, dikenal kerap berbagi di kampung halamannya daerah Lamongan, Jawa Timur. Praka Marinir Anumerta Dwi Miftachul Achyar sebelumnya gugur dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua.

Kakak Almarhum, Yanta di Lamongan, Minggu (24/4), mengatakan bahwa adiknya sangat dikenal warga desa sebagai pribadi yang baik dan suka berbagi kepada sesama. Yanta mengungkapkan, pesan terakhir almarhum adalah menyuruh kakaknya untuk memberikan sedekah kepada orang yang tidak mampu.

Jenazah Praka Marinir Anumerta Dwi Miftachul Achyar sebelumnya dimakamkan di Babat, Lamongan pada Minggu (24/4) malam, usai salat tarawih. Jenazah Praka Marinir Anumerta Dwi Miftachul Achyar meninggal pada Jumat (22/4), kemudian diberangkatkan dari Lanud Timika menggunakan pesawat TNI AU CN-235 menuju Lanud Mulyono Surabaya, Minggu (24/4)

Pemberangkatan jenazah diawali upacara pelepasan jenazah di aula Kantor Perwakilan Lanal Timika dipimpin Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan. Setibanya di Surabaya, jenazah langsung diberangkatkan ke Lamongan untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Kronologi Penembakan

Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar gugur setelah KKB menyerang Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar, bertempat di Kalikote, Nduga, Jumat sore (22/4) pukul 17.00 WIT. Selain mengenai Pratu Mar Dwi, dalam serangan tersebut juga melukai Mayor Mar Lilik Cahyanto yang terkena recoset bagian bahu.

"Gerombolan Separatis Teroris benar biadab menyerang dan menembak aparat TNI yang sedang mengemban tugas negara yaitu Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar di Kalikote, mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 1 orang terluka dibagian bahu," ucap Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman, Sabtu (23/4).

Lokasi di Pos Kalikote kata Kapendam tidak ada signal sehingga penyerangan diketahui setelah ada laporan dari Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar Kalikote, Sabtu (23/4). Kemudian pada Sabtu (23/4) pukul 09.56 WIT, jenazah Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar dievakuasi dari Kotis Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, menggunakan Heli Caracal.

"Pada pukul 11.15 Wit Heli Carakal tiba di Bandara Mimika, selanjutnya jenazah Alm Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar dibawa ke RSUD Mimika untuk dilakukan pemulasaran jenazah," ujar Letkol Kav Herman Taryaman.

Sebelumnya tanggal 26 Maret 2022 lalu KKB pimpinan Egianus Kogoya menyerang Pos Satgas Mupe yang ada di Kwareh Bawah, Kabupaten Nduga hingga menyebabkan dua prajurit Marinir meninggal dan delapan orang mengalami luka-luka. Dua prajurit yang meninggal dalam serangan itu yakni Dan Pos Letda Mar Moh Iqbal dan Pratu Mar Wilson Anderson. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel