Kakek di Serang Banten Ditemukan Meninggal Dunia dengan Luka Menganga di Leher

·Bacaan 1 menit
Rumah Kakek Asni Sudah Di Pasangi Garis Polisi. (Selasa, 31/08/2021). (Liputan6.com/Yandhi Deslatama).

Liputan6.com, Serang - Seorang kakek atas nama Asni (55) ditemukan meninggal dunia bersimbah darah di rumahnya di Kampung Masigit, RT 01 RQ 03, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Selasa (31/8/2021), sekitar pukul 14.14 WIB. Kakek Asni diduga menjadi korban pembunuhan lantaran ada dua luka tidak wajar pada bagian leher korban.

"Ini pembunuhan. Personel sudah datang ke lokasi," kata Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea, Selasa (31/08/2021).

Sementara itu, Hadiri, Ketua RT setempat mengatakan, korban saat kejadian hanya berdua dengan istrinya, Roliyah (45). Anak dan menantunya sedang berada di luar rumah.

Menurut keterangan Hadiri, kakek Asni sudah tidak bekerja, lantaran penglihatan dan fisiknya sudah tidak memungkinkan.

"Dia seakan-akan sama keluarga itu kaya diasingkan atau didiamkan saja," kata Hadiri.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Teriakan Minta Tolong Kakek Asni

Tetangga sempat mendengar teriakan minta tolong dari Asni, saat dibuka pintu rumahnya, sang kakek sudah tidak bernyawa. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.

Hadiri mengaku tidak ada kerusakan di dalam rumah. Sedangkan untuk barang berharga yang hilang, dia tidak mengetahuinya.

"Minta tolong teriak dari rumah Pak Asni itu dan terus laporan ke RT, terus meluncur kesini dan masih terkunci rumahnya itu. Pintu depan terkunci terus di dobrak sama Pak Hujani," jelasnya.

Sejumlah saksi masih berada di Polres Serang Kota, baik dari pihak keluarga maupun warga sekitar untuk dimintai keterangan oleh polisi.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel