Kakek Mantan Putri Mako Meninggal Sepekan Setelah Pernikahan Cucunya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka datang dari Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang. Kakek dari mantan Putri Mako, Tatsuhiko Kawashima, meninggal dunia dalam usia 81 tahun, Kamis (4/11/2021). Ayah dari Putri Mahkota Jepang itu merupakan seorang profesor emeritus di Universitas Gakushuin.

Melansir dari Kyodo News, Kamis (4/11/2021), Kawashima meninggal sepekan setelah pernikahan cucunya, mantan Putri Mako, dengan Kei Komuro pada 26 Oktober 2021.

Sebelum meninggal dunia, Kawashima sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Internasional St. Luke di Tokyo pada 19 Oktober 2021. Ia juga merupakan kakek dari Pangeran Hisahito yang berusia 15 tahun, yang berada di urutan kedua takhta kekaisaran Jepang, dan Putri Kako berusia 26 tahun.

Kakek mantan Putri Mako itu dikenal dengan gaya hidupnya yang hemat. Profesor ekonomi itu tinggal di asrama fakultas Universitas Gakushuin di Tokyo.

Di sana Kawashima tinggal bersama keluarganya, termasuk Putri Mahkota Kiko. Itu sebelum ia menikahi Putri Mahkota Fumihito pada 1990.

Kawashima dan Putri Mahkota Fumihito bertemu di universitas tersebut ketika mereka masih mahasiswa. Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Tokyo pada 1964, Kawashima melanjutkan pendidikan master di bidang ekonomi di sekolah pascasarjana universitas, lembaga akademik paling bergengsi di Jepang.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kembali ke Jepang

Putri sulung Pangeran Akishino, Putri Mako saat menghadiri pameran kaligrafi di  Tokyo, Jepang (9/2). Jika Putri Mako jadi menikah dengan Kei Komuro, itu berarti ia akan melepas gelar kebangsawanannya. (AFP Photo/Pool/Toru Yamanaka)
Putri sulung Pangeran Akishino, Putri Mako saat menghadiri pameran kaligrafi di Tokyo, Jepang (9/2). Jika Putri Mako jadi menikah dengan Kei Komuro, itu berarti ia akan melepas gelar kebangsawanannya. (AFP Photo/Pool/Toru Yamanaka)

Kawashima kemudian melanjutkan studinya ke luar negeri. Pada 1971, ia memperoleh gelar doktor dari University of Pennsylvania di Amerika Serikat.

Tahun berikutnya ia mengajar di Wharton School of University of Pennsylvania sebelum kembali ke Tokyo. Pada 1973, ia jadi asisten profesor ekonomi di Universitas Gakushuin dan dipromosikan sebagai profesor pada 1976.

Hingga akhir era 70-an, Kawashima melakukan penelitian di Institut Internasional untuk Analisis Sistem Terapan di Austria. Kala itu, mantan Putri Mako ikut dan tinggal di rumah temannya di pinggiran kota Wina selama liburan musim panas ketika ia berusia 14 tahun.

Jenguk Sang Kakek

Putri Mako dari Jepang melambai dari mobil saat meninggalkan rumahnya di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (26/10/2021). Putri Mako resmi telah kehilangan status kerajaannya setelah menikahi orang biasa, yaitu teman kuliahnya, Kei Komuro pada Selasa (26/10). (Chika Oshima/Kyodo News via AP)
Putri Mako dari Jepang melambai dari mobil saat meninggalkan rumahnya di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (26/10/2021). Putri Mako resmi telah kehilangan status kerajaannya setelah menikahi orang biasa, yaitu teman kuliahnya, Kei Komuro pada Selasa (26/10). (Chika Oshima/Kyodo News via AP)

Juru bicara utama pemerintah, Hirokazu Matsuno, memuji Kawashima atas pekerjaan kemanusiaannya memasang infrastruktur air bersih dan pembuangan limbah di pegunungan Thailand utara bersama murid-muridnya. Ia juga berkontribusi sebagai anggota panel penasihat Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang.

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa dan doa saya yang tulus," kata kepala sekretaris Kabinet dalam konferensi pers.

Melansir dari laman Japan Today, selama Kawashima dirawat di rumah sakit, Putri mahkota Kiko dan dua saudaranya, mantan Putri Mako dan Putri Kako sempat mengunjungi Kawashima ke rumah sakit beberapa kali.

Infografis Naruhito Kaisar Baru Jepang

Infografis Naruhito Kaisar Baru Jepang. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Naruhito Kaisar Baru Jepang. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel