Kakek Terduga Pencabul 28 Anak di Tangsel Dipanggil Engkong, Dikenal Kerap Bagi Uang

Merdeka.com - Merdeka.com - Anak-anak perempuan usia di bawah 17 tahun diketahui kerap bermain dan berkumpul di rumah N alias AH (63). N merupakan kakek terduga pelaku pencabulan dan persetubuhan terhadap anak-anak di kampung Sukamulya, Kelurahan Serua Indah, Tangerang Selatan.

Mulyadi, ketua RT 01/08, Kelurahan Serua Indah, mengungkap pernah meminta para orang tua di kampung untuk mengawasi jam bermain anak-anak perempuannya.

"Sebenarnya sudah lama saya dengar omong-omongan (penyimpangan Kakek Naji) warga, cuma enggak ada yang bisa buktiin. Saya bukan belain warga saya, tapi kalau enggak ada buktinya takut jadi fitnah," kata Mulyadi ditemui, Selasa (1/11).

Dari informasi warga itu, dia sempat mendatangi rumah Naji, sekedar untuk memastikan kebenaran informasi yang diterimanya. Saat malam hari, Mulyadi melihat banyak anak-anak perempuan masih berkumpul dan bermain di pelataran rumah dan pinggir tol dekat rumah N.

"Melihat itu saya sempat sampaikan ke orang tuanya untuk mengawasi. Apalagi anak perempuan masa sampai malam dibiarin di luar, main-main ke rumah orang lagikan. Saya lihat waktu itu kumpul di situ (rumah N) malam, pada bolak-balik saja kan rumahnya pinggir tol," ucap dia.

Menurut Mulyadi, anak-anak yang bermain di rumah Naji, kerap memanggilnya dengan sebutan Engkong. Bahkan, tetangga-tetangga situ juga suka menegur anak-anak yang bermain di rumah terduga pelaku karena terlihat bawa uang kalau sehabis pulang bermain.

"Anak-anak bilangnya main yuk, ke rumah engkong. Dipanggilnya engkong. Saya dari kecil kenal banget, dia (pelaku) orang asli sini," jelas Mulyadi.

Tiga Korban Melapor ke Polisi

Sebelumnya diberitakan, seorang kakek di Kampung Sukamulya, Kelurahan Serua Indah, Tangerang Selatan, N alias AH (63) diduga mencabuli sejumlah anak perempuan tetangganya. Tiga anak sudah melapor ke polisi, namun warga menyatakan korban sekurangnya berjumlah 28 orang.

"Kalau saya baca-baca dari grup sih 28 orang korbannya, itu yang diakui sama pelaku. Korbannya anak-anak usia 10 sampai 15 tahunan," kata NH (53), warga Kampung Sukamulya, ditemui, Selasa (1/11).

Ketua RT setempat Mulyadi juga tidak menampik adanya informasi masyarakat terkait jumlah korban yang banyak itu. Namun, yang sudah melaporkan N berjumlah tiga anak. Satu anak berasal dari RT yang sama dengan pelaku.

"Katanya segitu (28 anak), tapi kan itu tadi, bisa mereka malu karena ini aib. Atau bagaimana, jadi yang melapor itu tiga. Satu warga RT01, satu lainnya anak Kedaung, Pamulang," terang Ketua RT01 Kelurahan Serua, Mulyadi.

Pelaku Ditangkap Polisi

Kanit PPA Polres Tangsel, Iptu Siswanto membenarkan adanya peristiwa itu. Saat ini N telah diamankan Unit PPA Polres Tangsel.

"Yang aki-aki (kakek) sudah kami amankan, itu sudah sepekan. Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan di Polres Tangsel," terang Iptu Siswanto.

Dia menegaskan baru menerima tiga laporan para korban kebejatan Kakek N. Dari tiga korban yang berusia siswa SMP, dua di antaranya dicabuli dan seorang lagi disetubuhi.

"Tiga, ada persetubuhan dan cabul juga," terangnya. [gil]