Kaki Prajurit Marinir Selamatkan Nyawa Chaerani dari Arus Banjir

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Intensitas hujan yang tinggi sejak hari Jum'at malam, 19 Februari 2021 lalu telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Ibukota Jakarta. Salah satu titik banjir yang menjadi perhatian masyarakat luas adalah daerah Kemang Selatan, Jakarta Selatan. Wilayah Kemang yang dulunya dikenal sebagai daerah yang jarang banjir, pada hari Sabtu kemarin berubah seperti danau buatan. Banjir di kawasan elit itu hingga mencapai dada orang dewasa.

Puluhan prajurit Korps Marinir dari Satgas Penanggulanan Bencana Banjir Pasmar 1 pun langsung dikerahkan untuk membantu evakuasi korban banjir yang terjebak di atap ataupun lantai dua rumah-rumah mereka.

Ada kejadian yang sangat heroik dalam penyelamatan yang dilakukan oleh sejumlah personel prajurit Marinir TNI Angkatan Laut itu. Para personel Marinir TNI Angkatan Laut yang dipimpin oleh Letnan Putu bergegas ketika mendapatkan kabar bahwa ada seorang lansia bernama Ibu Chaerani Pramono yang menderita sakit terjebak di lantai dua rumah pribadinya.

Tidak ada tandu yang dapat digunakan untuk membawa Ibu Chaerani. Tapi, Letnan Putu dan sejumlah personel Marinir TNI Angkatan Laut pun tak kehabisan akal untuk menyelamatkan nyawa Ibu Chaerani.

Mereka membawa Ibu Chaerani ke atas genting dan mendudukkannya di tengah-tengah tiga orang prajurit Marinir yang sudah siap menahan beban Ibu Chaerani. Tiga prajurit Marinir itu mengapit Ibu Chaerani dengan tumpuan lutut mereka.

Ya, prajurit Marinir itu menyulap punggung dan lutut mereka sebagai tandu darurat untuk mengevakuasi Ibu Chaerani ke atas perahu karet yang sudah menunggu di ujung genting rumah Chaerani.

Dilansir VIVA Militer dari video pendek Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Senin, 22 Februari 2021, proses evakuasi itu pun berlangsung cukup dramatis.

"Hati-hati Mas, tolong dipegangin itu ibu saya Mas. Ibu saya sedang sakit itu Mas," teriak salah satu putri Ibu Chaerani yang menyaksikan proses evakuasi Sang Ibu tercinta dari lantai dua rumahnya.

Tapi, karena memang prajurit Marinir TNI Angkatan Laut itu adalah prajurit tempur yang juga dilatih untuk menghadapi berbagai medan. Mereka akhirnya berhasil menyelamatkan Ibu Chaerani hanya berbekal dengan lutut dan kekompakkan prajurit yang mendapatkan julukan Hantu Laut itu.

"Karena tidak ada tandu, maka prajurit Marinir berinisiatif mengapit ibu Chaerani di atas genting supaya dapat dievakuasi," kata Kadispen Korps Marinir Letkol Gugun Saeful Rahman kepada VIVA Militer.