Kakorlantas: Kolaborasi TNI-Polri sukseskan pengamanan KTT G20

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Firman Shantyabudi mengatakan upaya Polri melakukan pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali khususnya fungsi lalu lintas dinilai berhasil, hal ini berkat kekompakan dan kolaborasi TNI dan Polri.

"Ini bisa terjalin karena adanya kolaborasi kerja sama TNI dan Polri, lalu lintas merupakan bagian dari sebuah tim besar nasional untuk melaksanakan peran yang diharapkan." kata Firman dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Firman saat memimpin apel Konsolidasi Pam Walrolakir KTT G20 di lapangan posko K3I, Tragia Nusa Dua, Bali, menyampaikan Polri konsisten melakukan pengamanan dalam perhelatan KTT G20, menerapkan pengamanan di berbagai sektor, termasuk lalu lintas.

Korlantas Polri, kata dia, memaksimalkan pengamanan lalu lintas untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para delegasi dari berbagai negara di dunia yang datang ke Bali.

Di hadapan personel Polantas satuan tugas pengamanan pengawalan pengaturan rute lalu lintas dan parkir kendaraan (Pamwal Rolakir) dalam Rangka Pengamanan Presidensi KTT G20, Firman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Korlantas Polri yang tergabung dalam jajaran walrolakir yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

Baca juga: Anggota DPR apresiasi TNI, BIN, BSSN atas pengamanan KTT G20

Baca juga: Lemkapi: Pengamanan G20 tunjukkan profesionalisme Polri kepada dunia

"Bapak Presiden kemarin di hadapan syukuran panitia nasional di BNDCC mengucapkan kata yang begitu membahagiakan semua, bahwa seluruh peserta kepala negara yang hadir menyatakan apresiasi rasa nyaman dan aman," tutur Firman.

Jenderal bintang dua itu menuturkan, salah satu bukti keberhasilan pengamanan KTT G20 saat Presiden Prancis Emmanuel Macron memilih berjalan berjalan kaki sepanjang dua kilometer setelah selesai Gala Makan Malam di Garuda Wisnu Kencana (GWK).

"Tentunya ini hasil kerja sama seluruh komponen kerja sama TNI Polri, kementerian lembaga, pemerintahan daerah yang jelas tampak dilihat di jalan rute," ujarnya.

Namun, yang tak kalah penting dari itu semua, lanjut Firman, adalah peran masyarakat khususnya masyarakat Bali mensukseskan kelancaran pengamanan delegasi KTT G20 dengan bekerja sama mengurangi kegiatan di luar rumah.

Menurut dia, peran serta masyarakat memberikan kesempatan kepada Polri untuk melaksanakan tugas dengan baik.

"Masyarakat mau mengurangi perjalanan nya, mau mengurangi aktivitas nya di luar, sehingga keleluasaan pada saat Polri menuju dan dari satu titik ke titik lainnya bisa berjalan dengan baik," ujar Firman.

Firman menambahkan, tidak adanya kejadian menonjol selama KTT G20 khususnya pada fungsi lalu lintas juga disampaikan oleh Presiden dan Kapolri di ITDC berkas kerja keras semua petugas yang terlibat.

Baca juga: TNI AL gelar patroli laut sampai delegasi G20 pulang ke negaranya

Baca juga: Kompolnas apresiasi kinerja Polri selama pengamanan KTT G20 di Bali

"Saya juga mengapresiasi secara mendalam kepada rekan-rekan yang tetap masih bertahan berdiri dengan kondisi tegak lurus pada saat situasi hujan kemarin," ucapnya.

Dalam pengamanan KTT G20 ini, Polri menggunakan aplikasi Kendali Koordinasi Komunikasi dan Informasi (K3I) serta penggunaan CCTV terkoneksi yang memudahkan pemantauan lalu lintas di posko pusat komando setempat. Kemudian polantas juga menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, patroli pengawalan khusus, dan pengamanan rute demi kelancaran jalan tamu VVIP.

Pengamanan lalu lintas ini melibatkan 1.759 personel lalu lintas gabungan pengamanan G20 yang terdiri dari Korlantas Polri, Polda Bali, Polda Jateng, Polda Banten, Polda Jatim, Polda DIY, Polda Jabar, Polda Kalsel, Polda Kalteng, Polda Kaltim, Polda Sulsel, Polda Sulut dan Polda Sultra.

"Tentunya teknologi alat semuanya membantu, personel yang ada di lapangan dengan dibantu alat pantau, alat komunikasi dengan semua teknologi yang ada, ini membuat Polri semakin kuat semakin solid semakin memudahkan pekerjaan," kata Firman.