Kala COVID-19 Berdampak Bagi Kesehatan Mental Warga India

·Bacaan 2 menit

Jakarta - India telah menjadi sorotan dunia lantaran meningkatnya kasus COVID-19 dan buruknya sistem penanganan penyakit tersebut.

Rupanya selain menyerang kesehatan fisik warga India, COVID-19 juga menyerang kesehatan mental.

Melansir DW Indonesia, Senin (24/5/2021), ketakutan dan kecemasan terkait penyakit dan minimnya akses perawatan kesehatan telah menyebar ke seluruh pelosok India, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan mental di seluruh negeri.

"Dampak COVID-19 tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga dikelilingi oleh rasa sakit, kematian, dan isolasi. Krisis ini berdampak besar pada kesehatan mental orang," kata NV Ashwini, pendiri lembaga amal Muktha Foundation yang berbasis di Bangalore, kepada DW.

Orang-orang lanjut usia yang menjadi kelompok paling berisiko terinfeksi Corona merasakan kesehatan mental mereka memburuk secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

"Telah terjadi peningkatan lebih dari 50% di antara warga lanjut usia dalam hal gangguan kesehatan mental," kata Agewell Foundation, organisasi non-pemerintah yang berbasis di India kepada DW. Gangguan kesehatan mental mencakup "kecemasan, sulit tidur, mimpi buruk, depresi, lemah, dan lelah."

Organisasi tersebut telah berbincang dengan sekitar 5.000 orang lanjut usia di India pada April lalu. Dari jumlah itu, sekitar 63% melaporkan mengalami gejala depresi, sebagian disebabkan karena kesepian dan isolasi sosial.

"Orang tua yang didiagnosis dengan kondisi kejiwaan yang sudah ada sebelumnya, seperti depresi, skizofrenia, gangguan obsesif-kompulsif, dan demensia telah menunjukkan gejala penyakit paru obstruksi kronik yang memburuk," kata pendiri Agewell Foundation, Himanshu Rath, kepada DW.

Anak Muda Alami Hal Serupa

Tunangan seseorang yang meninggal karena COVID-19 menangis saat kremasi di Gauhati, India, pada Selasa (27/4/2021). Kasus virus corona di India melonjak lebih cepat dari tempat lain di dunia. (AP Photo/Anupam Nath)
Tunangan seseorang yang meninggal karena COVID-19 menangis saat kremasi di Gauhati, India, pada Selasa (27/4/2021). Kasus virus corona di India melonjak lebih cepat dari tempat lain di dunia. (AP Photo/Anupam Nath)

Bukan hanya orang tua yang menderita, kaum muda juga mengalami gangguan kesehatan mental yang sama.

"Dampak jangka panjang pandemi akan sangat parah dan membutuhkan waktu lama untuk memperbaikinya. Proporsi pekerja muda yang terkena krisis tampaknya bahkan lebih tinggi," kata Mahesh Vyas, CEO Pusat Pemantauan Ekonomi India, kepada DW.

Kota industri Jamshedpur di negara bagian Jharkhand timur melaporkan jumlah kasus bunuh diri yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 100 kasus dalam empat bulan terakhir. Pejabat kesehatan mengaitkan insiden ini dengan kecemasan dan depresi terkait dengan pandemi virus corona yang sedang berlangsung.

"Panggilan telepon telah meningkat tiga atau empat kali lebih banyak dalam tiga bulan terakhir. Saat ini, orang-orang mati rasa karena merasa kehilangan dan tidak berdaya. Beberapa mengalami kesedihan kolektif," kata Nelson Vinod Moses dari Suicide Prevention India Foundation.

Ahli kesehatan mental lainnya setuju. Mereka memperingatkan dampak dari pandemi COVID-19 akan menjadi tempat berkembang biak yang sempurna untuk stres kronis, kecemasan, depresi, ketergantungan alkohol, dan melukai diri sendiri.

"Pertanyaan besarnya adalah apakah sistem perawatan kesehatan India tetap siap untuk mengatasi konsekuensi mental dari penyakit tersebut," kata Moses.

"Krisis yang tidak dilaporkan ini telah mengemuka. Ini hanya akan berkurang jika kita memiliki perawatan berbasis komunitas yang tepat yang dapat diberikan di semua tingkatan," nasihat Moses.

Infografis Indonesia Waspada Eksodus Tsunami Covid-19 India:

Infografis Indonesia Waspada Eksodus Tsunami Covid-19 India (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Indonesia Waspada Eksodus Tsunami Covid-19 India (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel