Kala Juara MTQ Jadi Langganan Imam Tarawih

Liputan6.com, Serang: Humas Masjid Agung Ats-Tsauroh Serang, Banten, Roni Khaeroni mengatakan pada setiap Ramadan, Masjid Agung Serang selalu menampilkan juara Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ tingkat Internasional untuk menjadi imam atau pemimpin dalam salat, khusus untuk salat Tarawih.

"Kalau di masjid agung ini, imamnya itu dari qori-qori internasional (juara ngaji sedunia) yang juara di Mesir, Iran dan Irak sewaktu Banten jadi bagian dari Jawa Barat dan mereka jadi imam di masjid kami. Dan itu sudah rutin di sini," ungkap Roni saat ditemui di Masjid Agung Serang, Sabtu (21/7).

Perlu diketahui, Masjid Agung Serang Banten ternyata memiliki arti masjid perjuangan. Makna perjuangan itu ada pada nama Ats-Tsauroh dalam masjid termegah di Kota Serang. Roni menjelaskan pada 1968 di masa kepemimpinan Bupati Serang yakni Letkol Suwandi, masjid agung ini dinamai Ats-Tsauroh. "Ats-Tsauroh itu sendiri berarti perjuangan," kata Roni.

Namun pada 1974, bangunan masjid diubah. Kemudian masuk 1993 di masa kepemimpinan Bupati Serang pada kala itu yakni H.Sampurna memprakarsai merenovasi bangunan masjid menjadi Masjid Agung Kabupaten Serang pada 1997.

Masjid Agung Ats-Tsauroh Serang dulunya disebut Masjid Pegantungan yang mulai dibangun Rd. Tumenggung Basudin Tjondronegoro sejak 1870 hingga 1888. Rd. Tumenggung Basudin Tjondronegoro merupakan Bupati Pandeglang yang di kala itu mewakafkan tanahnya seluas 2,6 hektare.

Masjid seluas 2,6 hektare ini memiliki pendopo, selasar, mezanin atau lantai atas, dan ruang bawah masjid. Masing-masing ruangan memiliki kapasitas tersendiri dalam menampung jamaat ataupun masyarakat sekitar yang ingin melaksanakan ibadahnya dengan total kapasitas sekitar 4000 orang.(RZK/AIS)