Kala Warga Binaan Rutan Wonogiri Jago Olah Terigu Jadi Roti Bernilai Ekonomi Tinggi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Solo - Rutan Kelas II B Wonogiri lebih dari sekadar tempat bagi para pelanggar hukum. Warga binaan di rutan tersebut punya banyak kegiatan positif yang menghasilkan pundi-pundi rupiah. Kegiatan positif yang dilakukan para warga binaan tentu tak lepas dari para pejabat Rutan Wonogiri yang memberikan berbagai pelatihan.

Kepala Rutan Kelas II B Wonogiri, Daniel Kristanto didampingi Kepala Keamanan Agus Susanto mengatakan, pihaknya sengaja memberikan berbagai pelatihan kepada warga binaan di tempatnya mulai dari pelatihan otomotif, pemanfaatan limbah, pembuatan kerajinan tangan, menjahit hingga pelatihan kuliner.

Daniel menyebut, salah satu hasil pelatihan yang diberikan kepada warga binaan adalah membuat kue, dan siapa sangka produk warga binaan itu banyak disukai para penghuni rutan. Tamu undangan yang datang ke rutan bahkan sempat mendapat suguhan hasil karya para warga binaan tersebut.

"Banyak pesanan dari perkantoran di sekitar Wonogiri, khususnya instansi pemerintahan. Yang sudah mengetahui snack dan kue buatan warga binaan di sini biasanya pesan lewat online, ada juga yang langsung datang ke sini pesan langsung. Biasanya yang dipesan pizza, roti, donat dan kue semir," katanya kepada Liputan6.com saat ditemui di kantornya, Kamis (10/11/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Nama Brand Wabin Bakery

Produk Karya Warga Binaan Rutan Wonogiri (Dewi Divianta/Liputan6.com)
Produk Karya Warga Binaan Rutan Wonogiri (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Tak hanya itu, Karutan menambahkan lantaran kue dan pizza buatan warga binaan di tempatnya banyak diminati khalayak umum, akhirnya pihaknya membuatkan brand khusus untuk warga binaan yang membuat sukses membuat roti, kue dan pizza tersebut.

"Sudah ada merknya, Namanya Wabin Bakery, Wabin merupakan singkatan warga binaan. dan lumayan banyak yang memesan produk dari wabin Bakery ini," ujar dia.

Menurut Karutan, produk makanan khususnya kue warga binaan Rutan Wonogiri berbeda karena proses pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet. "Di situlah kelebihannya, kue selalu dibuat baru, hangat, betul-betul fresh from the oven," katanya.

Sementara itu, Joko salah satu warga binaan yang juga koki di Wabin Bakery menjelaskan proses pembuatan makanan tersebut sengaja dibuat berkualitas sehingga pelanggan puas akan kualitas rasa produk mereka.

"Rutan Wonogiri menggandeng dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Wonogiri. Semua kue buatan kami tanpa tambahan bahan pengawet. Resikonya tidak tahan lama, paling dua atau tiga hari. Tapi sisi positifnya, kue kami selalu baru, fresh," ucapnya.

Di sisi lain, warga binaan yang terlibat di Wabin Bakery mendapatkan upah juga. hal itu dinamakan premi, jadi upah premi itu bisa mereka gubakan untuk kebutuhannya atau untuk dikirimkan untuk keluarga mereka di rumah.

"Kalau untuk harga satu boks kue pizza ini Rp 25 Ribu. Sementara, untuk roti dan bakery harganya bervariasi. Untuk donat, harga per bijinya Rp 2.000 sampai Rp 5.000. Silakan coba, rasanya pasti mantap," tutur Karutan.

Pihaknya berencana mengembangkan usaha tersebut dan menggagas supaya produk-produk wabin dapat dikenal dan dinikmati masyarakat Wonogiri.

"Ke depan akan kita buka outlet di depan Rutan, biar yang mau pesan lebih mudah. Untuk saat ini, apabila masyarakat umum ingin menjajal produk-produk Wabin sudah dapat dipesan melalui aplikasi ojek online untuk pesan antar makanan," Kata dia memungkasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel