Final Piala AFF, Menpora: Timnas Tunjukkan Perlawanan ke Thailand Meski Tertekan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menilai Timnas Indonesia sudah menunjukkan perlawanan di Final Piala AFF 2020, meski kalah telak 0-4 dari Thailand. Dia mengakui Timnas Indonesia memang tertekan saat bermain dengan tim Thailand.

"Semalam saya lihat anak-anak kita tetap tunjukan perlawanan walaupun keliatan tertekan," kata Zainudin Amali kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (30/12/2021).

Menurut dia, tekanan dirasakan timnas Indonesia saat pemain Thailand C Songkrasin berhasil mencetak gol di menit-menit awal pertandingan. Meski kalah telak, Zainudin menekankan bahwa Timnas Indonesia sudah berjuang di Piala AFF 2020.

"Apalagi seolah-olah kaget begitu kemasukan (di) menit-menit awalkan membuat orang kaget kok tiba-tiba kemasukan. Itu yang membuat tertekan," jelas Menpora.

Zainudin menyampaikan, peringkat Thailand di Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) jauh di atas Indonesia. Selain itu, kata dia, tim Indonesia yang dibawa ke Singapura merupakan pemain muda yang dipersiapkan untuk SEA Games.

"Ini tim pemain muda yang disiapkan untuk SEA Games melawan tim senior, yang Thailand tim yang sudah jadi, ada pengalaman dan sebagainya," tutur Amali.

Thailand kalahkan Indonesia 4-0

Seperti diketahui, Timnas Thailand mampu melanjutkan rekor fantastisnya di Piala AFF 2020. Skuat Gajah Perang sukses mengobrak-abrik gawang Timnas Indonesia pada leg pertama final Piala AFF 2020.

Timnas Thailand berhasil mengalahkan skuat Garuda 4-0 tanpa balas di Stadion Nasional, Rabu (29/12/2021). Masing-masing gol Timnas Thailand dicetak oleh Chanathip Songkrasin (2', 52'), Supachok Sarachat (67'), dan Bordin Phala (83').

Kemenangan besar ini tentunya menguntungkan anak asuh Alexandre Polking pada leg kedua nanti. Sebab, Timnas Thailand hanya butuh hasil imbang untuk mengangkat trofi Piala AFF untuk keenam kalinya.

Sementara, Timnas Indonesia wajib bersusah payah pada leg kedua nanti untuk menjaga asa juara. Egy Maulana Vikri dan kolega harus mencetak gol minimal lima angka bila ingin merasakan indahnya trofi bergengsi ini untuk pertama kalinya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel