Kalah Pilpres, Donald Trump Ingin Jadi Pelukis?

Liputan6.com, Washington, DC - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melempar wacana ingin menjadi pelukis. Ia yakin harga lukisannya bisa laku jutaan dolar.

Ucapan Trump itu sedang meledek Hunter Biden, putra dari Presiden Joe Biden. Hunter Biden baru saja memulai karier sebagai pelukis.

Akan tetapi lukisan Huter Biden langsung laku dengan harga fantastis. Muncul kritik bahwa uang itu bisa muncul dari sumber-sumber mencurigakan.

"Meski sebetulnya saya tidak pernah melukis, Hunter menginspirasi saya untuk segera memulai lukis karena saya selalu merasa punya bakat untuk itu, dan tentunya bisa meraup setidaknya US$ 2 juta per kanvas, dan mungkin lebih," ujar Donald Trump dalam keterangan resmi, dilansir New York Post, Sabtu (16/10/2021).

Donald Trump pun berkata akan "memulai" secepatnya dan menyindir situasi AS saat ini sedang korup.

Lukisan Hunter Biden

Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden (kanan), bersama putranya, Hunter Biden (kiri). (Photo credit: AP Photo/Andrew Harnik, Pool)
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden (kanan), bersama putranya, Hunter Biden (kiri). (Photo credit: AP Photo/Andrew Harnik, Pool)

Sebelumnya, New York Post melaporkan lukisan Hunter Biden laku US$ 75 ribu (Rp 1 miliar). Padahal, Hunter Biden tak punya rekam jejak di bidang kesenian.

Kritik menyebut pembelian tersebut bisa menimbulkan masalah etika, sebab bisa saja pembelinya berusaha dekat dengan pemerintahan Joe Biden.

Namun, Gedung Putih berdalih bahwa Hunter Biden tidak tahu siapa yang membeli lukisannya.

Ini bukan kontroversi pertama yang mendera Hunter Biden. Sebelumnya, ia pernah bekerja di perusahaan migas di Ukrania yang tersangkut masalah korupsi.

Beberapa bulan sebelum pilpres 2020, isi laptop Hunter Biden juga bocor, dan terkuak foto-fotonya yang sedang pesta narkoba dengan PSK. Hunter Biden sendiri mengaku tidak tahu apakah laptop tersebut miliknya atau bukan.

(US$ 1: Rp 14.073)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel