Kalah Saing, Ford Andalkan Teknologi Focus

OTOSIA.COM - Penjualan hatchback di Indonesia hingga kini masih didominasi nama-nama asal Jepang. Nama Ford pun masih dianggap kalah saing. Bahwa image konsumen Indonesia menganggap mobil buatan Jepang lebih mudah dan murah untuk perawatan.

Namun Ford Motor Indonesia tetap yakin bahwa mereka tetap bisa mendapat potongan kue penjualan dengan menghadirkan teknologi yang ada pada Focus.

"Ya memang Ford Focus pendatang baru, tapi kami menawarkan kemasan yang menarik lewat teknologi, seperti parkir otomatis," ungkap Managing Director PT Ford Motor Indonesia Bagus Susanto di Jakarta.

All-New Ford Focus yang diperkenalkan pada IIMS 2012 lalu memang unggul dalam teknologi-teknologi terkini. Salah satunya sistem parkir paralel secara otomatis. Fitur active park assist memungkinkan mobil parkir sendiri dengan mengandalkan sensor.

Sementara pengemudi tinggal gas dan rem. Sedianya teknologi serupa baru dipasarkan pada sedan-sedan premium di Indonesia, seperti Lexus dan Mercedes-Benz.

Dengan banderol Rp 325 juta-Rp 370 juta, fitur-fitur Focus juga mencakup Ford SYNC, Active City Stop, blind-spot information system, hingga Ford Power Start. Fitur Active City Stop (untuk model Titanium+ dan Sport+) membantu mengurangi risiko tabrakan pada kecepatan rendah 30 km/h.

Ford Motor Indonesia selaku pemasar saja melaporkan kenaikan penjualan retail 6 persen pada Oktober lalu dengan sukses menjual 1.346 unit. Ditopang oleh All-New Ford Fiesta bersama All-New Ford Focus.

Kenaikan penjualan All-New Ford Focus di bulan Oktober sebesar 150 persen dibanding bulan sebelumnya, menjadi 80 unit.(kpl/why/vin)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.