Kalapas Cipinang Dibela Kuasa Hukum Nazaruddin

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara terpidana kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, Junimart Girsang menyesalkan pencopotan Syaiful Sahri dari posisinya sebagai Kepala Rumah Tahanan Klas I Cipinang. Menurut Junimart, Kementerian Hukum dan HAM seharusnya memahami tindakan Saiful yang sering mengizinkan Nazaruddin keluar penjara.

"Kemenkumham jangan membuat pencitraan dengan asal copot kepala rutan," kata Junimart ketika dihubungi Senin, 22 April 2013. Dia mengaku kasihan dengan Kepala Lapas yang menjadi korban pencitraan pemerintah.

Junimart menegaskan bahwa Nazaruddin selalu minta izin jika hendak keluar bui. "Dan alasannya juga jelas," kata Junimart. Dia menekankan bahwa penyakit Nazaruddin sama sekali tak dibuat-buat. Sejak dulu, kata dia, persidangan sering diundur karena Nazar sakit.

"Apa mau Pak Nazar meninggal di rumah tahanan?" kata dia. Dia merasa wajar jika mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini sering berobat ke luar lapas. Junimart juga mengaku siap saja jika Nazaruddin dipindahkan ke Sukamiskin, seperti semua koruptor lain.

Tapi dia mengingatkan kalau Nazaruddin masih sering diperiksa KPK untuk berbagai kasus korupsi yang melibatkan Partai Demokrat. "Pak Nazar sering dipanggil KPK untuk diperiksa mengenai Hambalang," kata Junimart. Menurut dia, kliennya lebih baik tetap ditempatkan di Cipinang supaya mempermudah pemeriksaan KPK.

Hari ini, Kepala Rumah Tahanan Klas I Cipinang Syaiful Sahri dicopot dari jabatannya. Dalam siaran persnya, Kementerian menjelaskan langkah ini diambil lantaran terpidana kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, sering berada di luar Rutan Cipinang. Nazar diketahui ada di Rumah Sakit Abdi Waluyo.

SUNDARI

Topik Terhangat:

Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya | Prahara Demokrat

Berita Terpopuler:

Hari Bumi 2013: Pergantian Musim Google Doodle

Tersangka Bom Boston Ngetwit Setelah Ledakan

Menteri Keuangan Diberhentikan Saat Bertugas di AS

Erik Meijer Dinilai Tidak Pantas Jadi Direksi Garuda

Bom Boston Marathon Versi Pelajar Indonesia di AS

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.