Kalapas Sukamiskin: Anas Urbaningrum masih di Dalam, Belum Bayar Uang Pengganti

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Anggota DPR RI Anas Urbaningrum dipastikan belum keluar dari Lapas Sukamiskin atau dibebaskan bersyarat. Elly Yuzar selaku Kalapas Sukamiskin memastikan hal tersebut dikarenakan belum dibayarnya uang pengganti atas vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim.

"Anas belum bebas karena tidak membayar uang pengganti," ucap Kalapas Sukamiskin Elly Yuzar saat dikonfirmasi pada Rabu (7/9).

Namun, Elly tak menyebut angka uang pengganti yang harus dibayar oleh Anas. Kini, Anas sedang menjalani pidana subsider uang pengganti. Kemungkinan, Anas baru akan bebas pada tahun 2023 mendatang.

"Kemungkinan 2023," tambah Elly.

Selama dalam masa tahanan di Lapas Sukamiskin, Anas hanya mendapatkan satu kali remisi selama 3 bulan di tahun 2015.

Anas mendapatkan remisi dasawarsa yang diperingati tiap 10 tahun kemerdekaan Indonesia.

"Dia hanya mendapatkan remisi dasawarsa dalam rangka memperingati 10 tahun kemerdekaan," ujar dia.

Sebagaimana diketahui, KPK menjerat Anas dalam kasus korupsi pembangunan Pusat Pelatihan, Pendidikan, dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang serta tindak pidana pencucian uang pada 2013 silam.

Sidang terhadap Anas di Pengadilan Tipikor Jakarta mulai digelar pada Mei 2018 dan vonis dibacakan pada September 2018. Hakim Pengadilan Tipikor menghukum Anas dengan 8 tahun penjara. Lalu, pada tahap banding, hukumannya dipotong menjadi 7 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Namun pada tingkat kasasi, hukuman Anas menjadi dua kali lipat, yakni 14 tahun penjara. Ialah Artidjo Alkostar yang Ketua Majelis Hakim kasasi yang menjatuhkan hukuman itu. Atas kasasi tersebut, Anas Urbaningrum mengajukan PK pada Mei 2018. Pada bulan yang sama, Artidjo Alkostar pensiun sebagai hakim MA.

Meski PK sudah diajukan sejak Mei 2018, MA baru mengeluarkan putusan pada 30 September 2020. Dalam vonisnya, MA mengabulkan PK Anas Urbaningrum. MA memotong hukuman Anas Urbaningrum selama 6 tahun.

Selain hukuman penjara, Anas masih tetap harus membayar denda sejumlah Rp 300 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka dikenakan pidana pengganti berupa kurungan selama 3 bulan.

Tak hanya itu, Anas juga wajib membayar uang pengganti yang dijatuhkan pengadilan, yakni sejumlah Rp 57.592.330.580 dan USD 5.261.070. Apabila belum membayar uang pengganti tersebut dalam waktu 1 bulan sesudah putusan Pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Bila harta bendanya tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka dipidana penjara selama 2 tahun. [ded]