Kalau BWF Mau Adil, Hentikan Sementara All England 2021

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui Kedutaan Besar di London bereaksi atas masalah dihentikannya langkah pebulutangkis Indonesia dalam All England 2021. Mereka mendesak pihak terkait untuk memberi kejelasan atas keputusan tersebut.

Wakil Indonesia di All England 2021 resmi digugurkan. Alasannya mereka harus menjalani isolasi mandiri karena satu pesawat dengan seorang anonim yang dinyatakan positif COVID-19.

Yang kemudian meninggalkan kejanggalan adalah anggota tim Indonesia sudah lima hari berada di Inggris. Setibanya di hotel tempat menginap pun langsung tes PCR dan dinyatakan negatif.

Lantas mengapa pada Rabu 17 Maret 2021, mereka mendapatkan email dari National Health Service (NHS) Inggris untuk segera menjalani isolasi. Panitia penyelenggara All England dan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pun tak berbuat apa-apa.

Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya mendapat mandat dari Menlu Retno Marsudi untuk berjuang meminta kejelasan. Jangan sampai ini terkait dengan perihal diskriminasi.

"Arahan dari Menlu kepada kami, jajaran KBRI harus berjuang secara maksimal dan tidak ada tindakan diskriminasi. Lalu memastikan kebutuhan tim di Birmingham tetap dipenuhi dan didukung," kata Desra dalam konferensi pers, kemarin.

Desra kemudian berkomunikasi dengan Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins. Pihaknya meminta NHS memberi klarifikasi terutama soal penentuan mengapa atlet Indonesia harus isolasi mandiri.

Karena dalam keputusan ini muncul juga kejanggalan lainnya. Rombongan Indonesia total ada 24 orang, tapi cuma 20 yang diminta untuk menjalani isolasi mandiri.

"Saya juga semalam sudah hubungi Dubes Owen Jenkins di Jakarta. Kami komunikasi dan sampaikan permintaan klarifikasi kepada NHS alasan kenapa notifikasi email diberikan kepada beberapa dan tidak kepada semua. Kita juga ingin dapat kejelasan, kalau pesawat, duduk di mana yang harus isolasi dan mana yang tidak," imbuhnya.

Upaya yang dilakukan tak berhenti sampai di sana. Desra juga mengaku telah menghubungi Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri, Sarah Cook untuk menunjukkan sikap protes. Karena ada kesan atlet Indonesia diperlakukan tidak setara dengan yang lain.

Desra merujuk penundaan yang dilakukan panitia penyelenggara All England 2021 untuk managers meeting. Alasannya karena ada tujuh orang dari negara Denmark, Thailand, dan India yang sempat positif COVID-19.

Lalu mereka diberi kesempatan melakukan tes ulang, dan hasilnya negatif. Akibat dari itu, bukan cuma managers meeting yang ditunda, tapi juga jadwal pertandingan hari pertama.

"Saya komunikasi dengan Sarah Cook, saya sampaikan pentingnya tidak ada diskriminasi dan pentingnya transparansi. Beliau minta kepada saya data pesawat, tanggal PCR, dan identitas pemain lain yang ditenggari berada dalam satu pesawat. Mereka juga memaklumi jika ada anggapan perlakuan tidak setara kepada atlet kita," tutur Desra.

Lebih lanjut Desra menganggap harusnya All England 2021 dihentikan sementara waktu. Memberi kesempatan kepada atlet Indonesia untuk menjalani tes PCR ulang. Jangan malah langsung dianggap gugur.

"Prinsip dari Indonesia, yang utama tidak ada diskirminasi. Tidak ada perbedaan perlakuan, dan transparansi. Beri kesempatan tes PCR kepada atlet Indonesia dan tim pendukung dengan hasil segera. Lihat hasilnya apa, karena itu fakta. Perlu dipertimbangkan juga All England dihentikan sementara semua pertandingan untuk memberi kesempatan isolasi mandiri. Setelah 10 hari dimulai lagi. Ini seperti yang dilakukan pada tenis Australia Open di Melbourne,"

"Kalau memang angka positif dialami oleh atlet dan para tim pendukung cukup besar, ya hentikan saja. Toh tidak ada urgensinya juga. Karena pentingnya menjaga kesehatan seluruh atlet. Itu yang saya sampaikan ke Sarah Cooks dan berjanji akan memberi respons kepada saya."