Kalbe Farma Kantongi Laba Bersih Rp 1,49 Triliun pada Semester I 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat kinerja positif sepanjang semester I 2021. Ini ditunjukkan dari pertumbuhan penjualan dan laba bersih 2021.

PT Kalbe Farma Tbk mencatat penjualan bersih Rp 12,37 triliun selama enam bulan pertama 2021. Realisasi penjualan ini naik 6,6 persen dari periode sama tahun lalu sekitar Rp 11,60 triliun.

Pertumbuhan penjualan Kalbe Farma tersebut didorong divisi distribusi dan logistic naik 15,6 persen dari Rp 3,75 triliun menjadi Rp 4,33 triliun. Divisi tersebut menyumbang 35,1 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.

Divisi obat resep perseroan mencatat kenaikan penjualan sebesar 5,4 persen dari Rp 2,56 triliun menjadi Rp 2,70 triliun. Divisi obat resep menyumbang 21,9 persen dari total penjualan bersih.

Selain itu, divisi produk kesehatan naik 3,1 persen menjadi Rp 2 triliun dengan kontribusi 16,2 persen. Penjualan dari divisi nutrisi tercatat turun 0,5 persen menjadi Rp 3,32 triliun. Divisi ini menyumbang 26,9 persen dari total penjualan perseroan pada semester I 2021.

Beban pokok penjualan naik 9,77 persen menajdi Rp 6,97 triliun pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,35 triliun. Laba bruto tercatat Rp 5,39 triliun, naik 2,75 persen dari periode semester I 2020 sebesar Rp 5,25 triliun.

Perseroan menekan beban penjualan dari Rp 2,74 triliun pada semester I 2020 menjadi Rp 2,71 triliun pada semester I 2021. Selain itu, beban bunga dan keuangan turun dari Rp 41,6 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 20,93 miliar pada semester I 2021.

Di sisi lain, beban umum dan administrasi naik dari Rp 649,53 miliar menjadi Rp 685,59 miliar. Beban penelitian dan pengembangan naik dari Rp 140,57 miilar pada semester I 2020 menajdi Rp 154,62 miliar pada semester I 2021.

Laba usaha naik 7,3 persen meniadi Rp 1,84 triliun pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak penghasilan naik 6,6 persen menjadi Rp 1,92 triliun pada semester I 2021 dari semester I 2020 sebesar Rp 1,4 triliun.

Laba bersih pemilik entitas induk mencapai Rp 1,49 triliun pada semester I 2021. Realisasi laba ini tumbuh 7,9 persen dari periode sama tahun lalu Rp 1,38 triliun. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Kalbe Farma yaitu Rp 31,94 pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 29,60.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Total Ekuitas dan Liabilitas

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Total ekuitas naik menjadi Rp 19,31 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 18,27 triliun. Total liabilitas susut menjadi Rp 4,09 triliun pada 30 Juni 2021 dari 31 Desember 2020 sebesar Rp 4,28 triliun.

Total aset naik menjadi Rp 23,40 triliun pada 30 Juni 2020 dari Desember 2020 sebesar Rp 22,5 6 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas turun menjadi Rp 4,60 triliun pada 30 Juni 2021.

Gerak Saham Kalbe Farma

Karyawan mengambil gambar layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan mengambil gambar layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 2,7 persen menajdi Rp 1.260 per saham. Saham KLBF dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 1.305 per saham.

Saham KLBF berada di posisi tertinggi Rp 1.315 dan terendah Rp 1.260 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.609 kali dengan volume perdagangan 494.899. Nilai transaksi Rp 63,7 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel