Kalbe Farma Raup Laba Bersih Rp 716 Miliar, Tumbuh 7 Persen pada Kuartal I 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membukukan kinerja positif sepanjang kuartal I 2021. Ini ditunjukkan dari perolehan pendapatan dan laba bersih hingga kuartal I 2021.

Perseroan mencapat laba bersih kepada pemilik entitas induk tumbuh 7,1 persen. Pencapaian laba bersih mencapai Rp 716 miliar pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 669 miliar.

Hal ini ditopang dari kegiatan bisnis yang menyokong ekonomi dirasakan mulai membaik dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dapat terlihat dari data PMI manufaktur, penjualan ritel, konsumsi masyarakat yang mulai meningkat dan mulai naiknya tingkat kunjungan pasien ke rumah sakit.

Pada kuartal I 2021, pertumbuhan ekonomi masih diprediksi mengalami kontraksi antara minus satu persen hingga minus 0,1 persen. Demikian dikutip dari keterangan tertulis perseroan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (1/5/2021).

Penjualan PT Kalbe Farma Tbk tercatat naik 3,8 persen pada kuartal I 2021. Penjualan mencapai Rp 6,01 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,79 triliun. Dampak pandemi COVID-19 mulai berpengaruh terhadap penjualan sejak April 2020.

Penjualan meningkat pada kuartal I 2021 antara lain didukung dari divisi distribusi dan logistic meraih peningkatan penjualan bersih sebesar 11,7 persen dari Rp 1,8 miliar menjadi Rp 2 triliun. Divisi tersebut menyumbang 33,4 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.

Divisi produk kesehatan meraih peningkatan penjualan sebesar 2,7 persen menjadi Rp 1,02 triliun dengan kontribusi 17 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.

Penjualan bersih divisi nutrisi tercatat sebesar Rp 1,58 triliun pada kuartal I 2021, atau turun 1 persen dari pencapaian pada tahun sebelumnya dan menyumbang 26,4 persen dari total penjualan bersih Kalbe Farma.

Sedangkan divisi obat resep perseroan yang turun 0,1 persen menjadi Rp 1,39 triliun, serta menyumbang 23,2 persen dari total penjualan bersih Kalbe Farma pada kuartal I 2021.

Laba kotor meningkat 1,1 persen menjadi Rp 2,64 triliun pada kuartal I 2021. Rasio laba kotor terhadap penjualan turun menjadi 44 persen dari 45,2 persen untuk periode sama pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perubahan mix portofolio produk.

Laba sebelum pajak penghasilan pada kuartal I 2021 sebesar Rp 926 miliar bertumbuh sebesar 4,3 persen dengan margin laba sebelum pajak penghasilan PT Kalbe Farma Tbk mencapai 15,4 persen, atau meningkat dari 15,3 persen pada periode sama tahun sebelumnya.

Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari 14,28 pada kuartal I 2020 menjadi 15,29 persen pada kuartal I 2021.

Total Liabilitas dan Rasio Dividen

Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen.   (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Total liabilitas dan ekuitas naik 6,1 persen menjadi Rp 23,93 triliun dari Rp 22,56 triliun. Total liabilitas perseroan mencapai Rp 4,47 triliun pada 31 Maret 2021 dari periode 31 Desember 2020 sebesar Rp 4,28 triliun. Total ekuitas tercatat Rp 19,45 triliun pada kuartal I 2021. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 5,32 triliun selama tiga bulan pertama 2021.

PT Kalbe Farma Tbk membukukan penjualan naik 5 persen-6 persen pada 2021 dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih sekitar 5 persen-6 persen.

Perseroan mempertahankan belanja modal Rp 1 triliun. Belanja modal akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi. Rasio pembagian dividen dipertahankan pada rasio 45-55 persen dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini