Kaleidoskop 2020 : 6 Agenda Olahraga yang Batal Akibat Pandemi Covid-19

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Covid-19 yang menjangkiti berbagai negara sampai sekarang belum juga teratasi. Hingga saat ini, virus corona yang yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok, pada akhir tahun lalu, sudah mencapai 79 juta kasus di seluruh dunia.

Korban meninggal akibat Covid-19 yang tercatat mencapai 1,7 juta kasus. Jumlah pasien sembuh relatif tinggi, yakni 44,7 juta.

Penyebaran virus Corona tentu saja tidak hanya mengganggu aspek kesehatan, tapi juga menghambat sejumlah agenda penting, termasuk olahraga.

Beberapa kegiatan olahraga yang berlangsung di sejumlah negara ikut terpengaruh. Tebaru, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mengambil keputusan membatalkan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia, tapi tetap menunjuknya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 edisi 2023.

"Pandemi Covid-19 menciptakan tantangan besar bagi negara penyelenggara turnamen olahraga internasional. Setelah berdiskusi dengan semua pemegang saham, muncul kesimpulan situasi global belum normal pada 2021," demikian pernyataan FIFA.

Lalu apa saja cabang-canang olahraga yang terdampak oleh virus corona? Simak daftar lengkapnya pada halaman selanjutnya.

Piala Eropa 2020

Warga berpose dengan logo Piala Eropa 2020 saat  peluncuran di London, Inggris, 21 September 2016. UEFA memundurkan jadwal Piala Eropa 2020 hingga tahun 2021. (AP Photo/Tim Ireland, File)
Warga berpose dengan logo Piala Eropa 2020 saat peluncuran di London, Inggris, 21 September 2016. UEFA memundurkan jadwal Piala Eropa 2020 hingga tahun 2021. (AP Photo/Tim Ireland, File)

UEFA selaku badan tertinggi sepakbola Eropa memutuskan Piala Eropa 2020 ditunda hingga tahun depan karena pandemi virus corona.

Mereka juga mengumumkan secara resmi, bahwa turnamen sepakbola terakbar di Eropa itu akan bergulir pada musim panas 2021.

"UEFA hari ini mengumumkan penundaan turnamen Piala Eropa 2020, yang seharusnya dimainkan pada Juni-Juli tahun ini," tulis UEFA dalam situs resmi mereka.

"Kesehatan semua pihak yang terlibat dalam turnamen ini menjadi prioritas utama, termasuk menghindari tekanan kepada layanan publik negara-negara yang akan menjadi tuan rumah."

UEFA juga secara resmi menunda seluruh pertandingan kompetisi antar klub Eropa hingga waktu yang belum ditentukan. Sedangkan untuk play-off Piala Eropa, rencananya akan digeser dari Maret menjadi Juni mendatang.

Copa America 2020

Logo Copa America 2020. (Copa America)
Logo Copa America 2020. (Copa America)

Piala Eropa 2020 bukan satu-satunya turnamen akbar yang akan ditunda pada musim panas nanti. Conmebol juga resmi mengumumkan bahwa gelaran Copa America 2020 juga harus ditunda karena virus corona.

Negara-negara Amerika Selatan awalnya akan menggelar turnamen akbar bertajuk Copa America 2020 di Argentina dan Kolombia.

Turnamen ini sedianya digelar pada tanggal 11 Juni hingga 11 Juli 2020. Namun turnamen ini diisukan akan ditunda setelah adanya sejumlah kasus virus corona di Brasil dan beberapa negara Amerika Latin lainnya.

"Karena pandemik virus Corona dan demi melindungi kesehatan masyarakat Amerika Selatan, Maka Conmebol memutuskan untuk menunda Copa America edisi ke-47."

Olimpiade Tokyo 2020

Kapal tongkang membawa Cincin Olimpiade di Distrik Odaiba, Tokyo, Jepang, Jumat (17/1/2020). Cincin Olimpiade dengan tinggi 15,3 meter dan panjang 32,6 meter tersebut akan berada di sana hingga Olimpiade 2020 berakhir. (AP Photo/Jae C. Hong)
Kapal tongkang membawa Cincin Olimpiade di Distrik Odaiba, Tokyo, Jepang, Jumat (17/1/2020). Cincin Olimpiade dengan tinggi 15,3 meter dan panjang 32,6 meter tersebut akan berada di sana hingga Olimpiade 2020 berakhir. (AP Photo/Jae C. Hong)

Olimpiade Tokyo 2020 menjadi ajang olahraga yang harus ditunda akibat pandemi virus corona. Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan Olimpiade Tokyo ditunda paling lama satu tahun hingga 2021.

Keputusan itu diambil setelah Presiden IOC, Thomas Bach, melakukan telekonferensi dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. "Presiden IOC dan Perdana Menteri Jepang telah menyimpulkan bahwa Olimpiade Tokyo harus dijadwal ulang hingga 2021," tulis pernyataan IOC. "Akan tetapi, penundaan tidak akan lebih dari musim panas 2021. Keputusan ini diambil untuk menjaga kesehatan para atlet, komunitas internasional, dan semua orang yang terlibat dalam pertandingan Olimpiade," ucapnya.

Kejuaraan Dunia Atletik

Pelari AS, Justin Gatlin meminta maaf pada Usain Bolt setelah menjadi juara pada lomba lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik 2017 di Stadion London, Minggu (6/8). Usai kemenangannya, Gatlin meminta maaf dan berlutut di hadapan Bolt (AP/Matthias Schrader)
Pelari AS, Justin Gatlin meminta maaf pada Usain Bolt setelah menjadi juara pada lomba lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik 2017 di Stadion London, Minggu (6/8). Usai kemenangannya, Gatlin meminta maaf dan berlutut di hadapan Bolt (AP/Matthias Schrader)

Kejuaraan dunia atletik indoor yang sedianya digelar di Nanjing, China tahun depan terpaksa kembali diundur hingga Maret 2023 karena situasi pandemi Covid-19.

Ajang dua tahunan tersebut, yang seharusnya berlangsung 13-15 Maret tahun ini, sudah dijadwal ulang untuk digelar pada tanggal yang sama tahun depan.

World Athletics selaku induk organisasi atletik dunia telah sepakat untuk menggelar kejuaraan dunia di Nanjing satu tahun berselang setelah penyelenggaraan kejuaraan atletik indoor 2022 di Belgrade.

“Demi keselamatan para atlet dan ofisial, kami harus mempertimbangkan risiko menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang di tengah situasi pandemi,” demikian pernyataan World Athletics dikutip Reuters.

“Musim untuk menggelar kejuaraan atletik indoor sangat sempit (hingga akhir Maret) sehingga tidak mungkin untuk terus mengulur acara hingga akhir tahun.”

Formula E

Romain Grosjean (Haas) dan Max Verstappen (Red Bull) keluar lintasan pada ajang Formula 1 (F1) GP Tuscan di Mugello, Minggu (13/9/2020). (AFP/Luca Bruno)
Romain Grosjean (Haas) dan Max Verstappen (Red Bull) keluar lintasan pada ajang Formula 1 (F1) GP Tuscan di Mugello, Minggu (13/9/2020). (AFP/Luca Bruno)

Ajang balap mobil listrik Formula E musim 2019/2020 secara resmi ditunda sebagai imbas pandemik virus Corona.

"Formula E dan FIA telah mengumumkan jika musim 2019/20 akan ditunda sementara selama periode dua bulan, mempertimbangkan tantangan krisis kesehatan yang saat ini terjadi terhadap pengorganisasian ajang di pusat-pusat kota," demikian laman resmi Formula E.

"Keputusan tersebut, dibuat dengan koordinasi dengan otoritas setempat yang relevan untuk membekukan balapan yang digelar di kota-kota berpenduduk padat, diambil sebagai langkah aksi paling bertanggung jawab, karena terus terjadinya penyebaran coronavirus dan Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan Covid-19 sebagai pandemik."

Keputusan tersebut berdampak penundaan balapan yang sedianya dijadwalkan pada Maret dan April. Oleh karena itu balapan di Paris, Prancis (18 April), Seoul, Korea Selatan (3 Mei) mendapat bendera merah dan tak akan bisa digelar sesuai jadwal.

Sebelumnya balapan E-Prix di Roma, Italia (4 April) dan Sanya, China (21 Maret) telah diputuskan ditunda, kemudian juga Jakarta (6 Juni), karena antisipasi wabah virus corona.

Piala Dunia U-20

Logo FIFA. (AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI)
Logo FIFA. (AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI)

Pandemi Covid-19 memengaruhi Piala Dunia U-20 di Indonesia. Ajang yang sedianya berlangsung tahun depan batal.

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mengambil keputusan ini dan mengumumkannya di laman resmi, Kamis (24/12/2020) waktu setempat. Namun, FIFA menyatakan tetap menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 edisi 2023.

Piala Dunia U-20 2021 bukan satu-satunya ajang yang batal. Piala Dunia U-17 2021 yang semestinya berlangsung di Peru juga dicoret. Namun, seperti Indonesia, FIFA mempercayakan edisi Peru sebagai tuan rumah edisi 2023.

"Pandemi Covid-19 menciptakan tantangan besar bagi negara penyelenggara turnamen olahraga internasional. Setelah berdiskusi dengan semua pemegang saham, muncul kesimpulan situasi global belum normal pada 2021."

Simak Video Menarik Berikut Ini