Kaleidoskop 2020: Dunia Tinju Berguncang karena Keganasan Mike Tyson

Robbi Yanto
·Bacaan 6 menit

VIVA – Panggung tinju dunia berguncang lagi setelah kembalinya sang legenda asal Amerika Serikat, Mike Tyson. Semua itu bermula pada Mei 2020.

Pemegang rekor juara dunia kelas berat termuda tersebut melalui unggahan di media sosialnya mengumumkan akan kembali bertarung setelah 15 tahun pensiun atau pada 2005 silam.

Sejak pengumuman itu, Mike Tyson jadi lebih aktif di media sosial. Hampir setiap hari dia memamerkan latihan keras dan menunjukkan bahwa pukulannya masih mematikan.

Gayung bersambut, keinginan Mike Tyson mendapat banyak respons. Awalnya, Iron Mike ditantang Barry Hall, Paul Gallen, dan Sonny Bill Williams.

Ketiganya merupakan mantan pemain football dan rugbi yang berubah profesi jadi petinju saat melewati usia produktif. Namun, dia secara tegas menolak tawaran tersebut, karena menurutnya itu sebuah penghinaan untuk tinju.

Pihak Tyson menegaskan petinjunya kembali naik ring bukan untuk menjalani acara seremoni di atas ring dan membuat penonton bertepuk tangan. Oleh karenanya, mereka hanya ingin lawan yang dihadapi Tyson juga mantan petinju.

Rayuan Amplop Tebal

Selain mendapatkan banyak tantangan, Tyson juga mendapatkan banyak penawaran yang menggiurkan. Video latihan yang sehari-hari ia unggah membuat Presiden Bare Knuckle Fighting Championship (BKFC), David Feldman terkesima.

Tyson diiming-imingi Rp300 miliar oleh Feldman jika mau bertarung di BKFC. Feldman mengatakan, Tyson bebas memilih lawan bertarung dengan syarat lawannya juga terikat kontrak dengan BKFC.

"Kami gembira melihat video Tyson yang menunjukkan dirinya di pelatihan dan keinginan untuk berpartisipasi dalam ekshibisi menginspirasi kami untuk membuat penawaran." kata Feldman, dikutip Boxing Scene.

Lebih lanjut, Feldman juga memberikan keistimewaan kepada Tyson. Dia akan memberikan berapa pun permintaan Tyson andai mau bertarung di BKFC.

“Sementara ini kami melakukan penawaran sebesar 20 juta dolar AS kepada Mike Tyson untuk bertanding di BKFC, tetapi kami juga terbuka dengan banyak opsi berbeda kerja sama selanjutnya." ucapnya.

Namun, tawaran itu juga ditolaknya. Pelatih Tyson Rafael Cordeiro mengatakan petinjunya fokus mempersiapkan diri kembali ke laga comeback-nya. "Tyson sedang bersiap untuk pertarungan tinju dengan sarung tangan," ucapnya, dikutip Bjpenn

Bursa Panas Calon Lawan Mike Tyson dan Kode dari Evander Holyfield

Suasana semakin panas setelah legenda tinju segenerasi dengan Tyson Evander Holyfield memberikan kode mengikuti jejak comeback Tyson.

Publik pun berharap akan ada trilogi antara keduanya. Jelas, pertarungan Tyson kontra Holyfield sangat ditunggu-tunggu pecinta tinju dunia.

Pasalnya, kedua petarung telah memperlihatkan dua pertarungan fenomenal ketika masih menjadi petinju profesional.

Dua pertarungan di 1996 dan 1997 dengan dua kemenangan untuk Holyfield. Di laga kedua, tak akan pernah dilupakan pecinta tinju karena Tyson menggigit telinga Holyfield sampai kulitnya terkelupas.

Holyfield menjerit kesakitan. Daging di telinganya tercabut dalam gigitan Tyson. Bukan cuma sakali, Tyson melakukan percobaan yang kedua kali sesudahnya.

Akibatnya, Tyson pun didiskualifikasi. Holyfield berhasil mempertahankan gelar kelas berat WBA, gelar yang direbutnya dari Tyson tujuh bulan sebelum pertarungan kontroversial itu berlangsung. Setelah rumor semakin deras, Holyfield mengaku siap untuk menghadapi Tyson.

“Saya kira begitu (siap untuk melawan Mike Tyson lagi di atas ring tinju). Anda tahu hidup adalah tentang dua orang yang benar-benar saling percaya dan apa yang bisa kami lakukan sekarang," kata Holyfield, dikutip Daily Star.

“Beberapa orang tidak mendapat kesempatan untuk melihat Mike dan saya. Semuanya sekarang berpendapat tentang siapa yang terbaik. Saya adalah yang terbaik dari era saya," sambungnya.

Evander Holyfield Kena Prank

Setelah isu liar Tyson berhembus kencang dalam beberapa bulan, pada 23 Juli 2020, Direktur Eksekutif Komisi Atletik Negara Bagian California, Andy Forster mengumumkan secara resmi calon lawan Tyson.

Namun, bukan Holyfield. Lawan Tyson sesungguhnya adalah petinju legendaris Amerika Serikat, Roy Jones Jr.

Andy Forster mengatakan Tyson dan Jones bakal bertarung 8 ronde di Dignity Health Sports Park, California, Amerika Serikat, 12 September 2020.

Menariknya, Tyson dan Jones nantinya akan menggunakan sarung tinju yang lebih besar dari biasanya.

"Ini bukan situasi di mana mereka bertanding untuk mencoba saling mengalahkan. Mereka hanya akan bertanding, bergerak di sekitar ring, dan membiarkan penggemar melihat para legenda ini beraksi," kata Forster kepada Yahoo Sport.

Duel Ditunda dan Aturan Aneh

Pada 10 Agustus 2020 Tyson dan Jones sepakat untuk menunda pertarungan. Ada beberapa alasan, di antaranya kedua legenda tinju itu membutuhkan waktu yang nyukup untuk memberikan pertarungan terhebat.

Selain itu, pengunduran pertarungan ini adalah untuk mencari keuntungan lebih besar. Jika diundur, diperkirakan akan menyaring lebih banyak penonton dan otomatis lebih banyak pemasukan.

Sebelumnya untuk yang ingin menikmati pertarungan tersebut wajib membayar 50 dilar AS (Rp750 ribu) melalui tayangan berbayar atau pay-per view

Adapun duel Tyson kontra Jones diberlakukan sejumlah aturan yang terbilang aneh. Komisi Atlet California (CSAC) pada 24 November 2020 mengumumkan aturan pertarungan itu. Pertama, tak akan menggunakan jasa juri untuk menghitung poin. Mereka juga tak mengumumkan pemenang dalam duel tersebut.

Tapi, poin tetap diberikan oleh WBC. Mereka akan melakukannya secara daring.

Sebanyak tiga juri dari WBC bakal memberikan penilaiannya. Mereka adalah Chad Dawson, Christy Martin, dan Vinny Pazienza. Begitu laporan Boxing Scene.

Ketika CSAC tak mau mengumumkan pemenang, beda halnya dengan WBC. Mereka tetap menyatakan ada pemenang dalam duel ini. Pun, pemenang akan diberikan sabuk khusus, Frontline Battle. Dan, hal tersebut disambut baik oleh Tyson.

Keganasan Tyson dan Pengakuan Jones

Tiba waktunya 29 November 2020 di Staples Centre, Los Angeles, California. Tyson membuat para penonton di layar kaca terkejut.

Dia berhasil mendominasi pertarungan yang berjalan delapan ronde. Tapi, di akhir laga, duel ini dinyatakan imbang, karena pada akhirnya dalam aturan, tak ada perhitungan poin resmi.

Meski demikian, dari perhitungan Boxing Scene, sebenarnya pertarungan dimenangkan oleh Tyson, 80-72.

Ada satu hal yang menarik, Jones usai pertarungan mengakui hampir seluruh badanya sakit karena terkena pukulan Tyson.

"Dengan sukacita saya akhirnya menghapus satu keinginan dalam hidup saya," kata Jones Jr usai pertandingan seperti dilansir Insider.com.

Jones Jr mengaku sangat 'tersiksa' selama pertandingan itu. Sebab sang lawan, Mike Tyson meski berusia 3 tahun lebih tua, ternyata masih memiliki kemampuan yang tidak bisa disepelekan.

"Dia memukul lebih keras, tangannya menyakitkan, kepalanya juga menyakitki (tanganku), semua kontak menimbulkan rasa sakit," kata mantan juara dunia empat kelas berbeda itu.

Anthony Joshua dan Tyson Fury dalam Radar

Berbeda dengan Jones, Tyson mengaku belum puas dan ketagihan untuk kembali bertarung. Dia merencanakan ambisinya pada Februari 2021.

"Saya harus melakukan ini lagi. Saya jelas akan melakukannya lagi. Saya bisa menerima hasil imbang karena saya menghibur penonton. Penonton senang dengan itu," kata Tyson, dilansir Daily Mail.

"Saya sangat senang bisa berada di sini, terlepas dari apa kata orang saya senang bisa bertarung delapan ronde," sambung mantan juara dunia 54 tahun itu.

Sama dengan kisah awal pengumuman comeback, kini sejumlah nama diisukan sebagai lawan selanjutnya Tyson.

Di antaranya Juara kelas berat WBC, Tyson Fury dan pemillik gelar juara kelas berat versi IBF, IBO, WBA, dan WBO, Anthony Joshua.

Namun, satu nama yang paling diunggulkan bakal menjadi lawan Tyson adalah Evander Holyfield. Melansir Sportbible, para bandar judi memasang taruhan pada Holyfield sebagai orang berikutnya yang naik ring bersama Tyson.

Selain Holyfield, sejumlah nama legenda lainnya diunggulkan menjadi lawan Tyson. Misalnya Lennox Lewis, kemudian Riddick Bowe, hingga Wladimir Klitschko.