Kaleidoskop 2020: Neymar Tusuk Dubur hingga Drama Transfer Messi

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 5 menit

VIVA – Tahun 2020 akan berlalu dalam hitungan jam. Sejumlah berita menghebohkan seputar kehidupan pemain sepakbola menghiasi pemberitaan di tahun ini.

Yang paling menggemparkan adalah ancaman bintang Paris Saint-Germain (PSG) terhadap pacar muda ibunya, Tiago Ramos. Insiden ini terjadi pada 10 Juni 2020 silam.

Neymar dikabarkan oleh media Brasil, Metropoles terlibat pertikaian dengan Ramos. Serangan verbal diberikan oleh Neymar dengan menyebut 'viadinho' yaitu kata kasar bahasa Portugis yang berarti homoseksual.

Selain itu dalam rekaman yang beredar, Neymar juga mengancam melakukan penusukan di dubur Ramos menggunakan sapu.

Asal mula kejadian ini berawal dari sepekan sebelumnya. Ibu Neymar, Nadine Goncalves membawa kekasihnya yang terpaut umur 30 tahun ke rumah sakit. Nadine yang menelepon ambulans karena berondongnya itu mengalami cedera serius di bagian lengan, hingga berlumuran darah.

Sesampai di rumah sakit, Ramos mendapat 12 jahitan. Sedangkan pihak kepolisian yang menginterogasi Nadine menjelaskan luka tersebut akibat pecahan kaca karena sebuah kecelakaan.

Baca juga: Skandal Olahraga, Neymar Ancam Tusuk Dubur Pacar Ibunya

Sampai di sana tidak ada masalah. Hingga akhirnya tersebar rekaman suara Neymar mengamuk kepada Ramos. Diduga bintang PSG tersebut menuding pemuda 22 tahun itu sempat ribut dengan ibunya sebelum menderita luka-luka.

Tudingan tersebut kemudian diperkuat dengan pengakuan dari sejumlah tetangga di apartemen. Mereka mengaku mendengar Nadine dan Ramos adu mulut sampai berujung kepada aksi pemuda yang disebut biseksual tersebut memukul jendela sampai pecah.

Keributan Ramos dan Nadine membuat emosi Neymar pecah. Hingga akhirnya muncul ancaman tusuk dubur kepada Ramos.

Apa yang dilakukan oleh Neymar membuat lembaga LGBT setempat kesal. Mereka kemudian menggugat Neymar karena dianggap melecehkan kaum LGBT.

Drama Transfer Messi

Berita lain yang menghebohkan tahun ini adalah mengenai Lionel Messi. Messi sempat memberikan ancaman akan meninggalkan Barcelona pada awal September 2020.

Messi kedapatan melakukan tindakan indisipliner dengan tidak melakukan latihan hingga tidak bergabung dengan rekan-rekannya untuk melakukan swab test. Banyak pihak menilai Messi sudah ingin hengkang.

Barca yang tidak mau kehilangan bintangnya kemudian memberikan pagar. Mereka mau melepasnya jika ada klub yang bisa menebusnya dengan mahar 700 juta euro atau setara dengan Rp12 triliun.

Salah satu klub yang santer kepincut adalah Manchester City. Klub sultan Inggris ini kemungkinan besar mau menebusnya, apalagi Messi juga punya hubungan dekat dengan sang manajer, Pep Guardiola.

Selain itu, ada banyak klub lain yang menunjukkan minat. Dari mulai Inter Milan, PSG, Manchester United, hingga Chelsea.

Baca juga: 3 Tragedi Memalukan Barcelona yang Bikin Messi Mau Cabut

Bahkan, surat pengunduran diri Messi sempat bocor ke publik. La Pulga mengirimkan faksimile kepada manajemen Blaugrana. Dilansir tuttomercatoweb, Messi meminta undur diri mengacu pada haknya dalam klausul nomor 24. Terlihat juga ada tanda tangan dari sang pemain.

"Melalui surat ini, saya Lionel Messi meminta agar kontrak saya yang dimiliki klub dihentikan. Ini berdasarkan klausur nomor 24 di mana saya memiliki wewenang tersebut," tulis Messi.

"Saya berterimakasih atas semua kesempatan yang diberikan kepada saya dalam pembentukan karier selama saya berbakti," lanjut dia.

Namun, pada akhirnya Messi memilih untuk bertahan. Itu terjadi setelah dia dan juga ayahnya, Jorge Horacio mengadakan pertemuan dengan Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu.

"Saya yakin bisa pergi, Presiden klub mengatakan kepada saya untuk mengambil keputusan pergi atau bertahan di akhir musim," kata Messi, seperti dilansir Goal.

"Alasan saya untuk bertahan di klub karena Presiden mengatakan kepada saya, satu-satunya jalan adalah klub membayar 700 juta euro, itu mustahil. Ada jalan lain yaitu pengadilan dan saya tidak akan melakukan itu karena Barca adalah klub yang saya cintai, klub yang memberikan segalanya. Saya menemukan kehidupan di sini," lanjut dia.

Meskipun demikian, drama transfer Messi belum sepenunya berakhir. PSG kembali mencoba menggoda pemain 33 tahun ini usai mendepak Thomas Tuchel sebagai pelatih.

Maurico Pocchettino menjadi kandidat anyar pelatih PSG. Sebagai sesama Argentina, Pochettino berpotensi besar untuk menggoda Lionel Messi agar mau bergabung dengannya di PSG. Niatan itu juga didukung dengan situasi kontrak Messi yang hingga saat ini belum menunjukkan adanya minat untuk menambah masa baktinya di Camp Nou.

Seandainya Messi tak kunjung memperbarui kontrak dalam waktu dekat, itu berarti pemain 33 tahun sudah dipersilakan membuka negosiasi dengan klub lain pada Januari mendatang karena kontraknya akan habis di akhir musim ini. PSG sudah tentu jadi salah satu klub yang ingin menggunakan jasanya seperti dikutip Marca.

Virus Corona Geser Piala Eropa 2020 Hingga Piala Dunia U-20 Indonesia

Satu lagi berita besar yang tak bisa dilewatkan tahun ini adalah mengenai virus corona. Ya, COVID-19 benar-benar telah merusak dua agenda besar sepakbola di tahun ini.

Dua agenda besar, Piala Eropa dan Copa America digeser hingga tahun depan. UEFA membuat keputusan ini berdasarkan rapat yang digelar melalui konferensi jarak jauh, Selasa 17 Maret 2020 waktu setempat.

"UEFA telah memutuskan bahwa Piala Eropa akan ditunda hingga 2021. Piala Eropa akan digelar dari 11 Juni hingga 11 Juli tahun depan," demikian bunyi pernyataan di situs resmi UEFA.

Baca juga: Dampak Positif Penundaan Piala Eropa dan Copa America

"Musim panas 2021 relatif sepi dari turnamen besar. Kemungkinan menyelesaikan liga-liga Eropa pada tahun ini akan dibahas serius oleh seluruh 55 anggota UEFA," lanjut pernyataan tersebut.

Langkah UEFA ini diikuti oleh Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (CONMEBOL). Mereka menunda agenda Copa America yang seharusnya bergulir di tahun ini. CONMEBOL pun akhirnya menggeser jadwal pergelaran Copa America menjadi pada 11 Juni-11 Juli 2021.

Keputusan ini diambil setelah CONMEBOL berkoordinasi dengan federasi negara-negara peserta Copa America 2020, serta juga merujuk pula keputusan UEFA yang menunda gelaran Piala Eropa 2020.

Satu lagi agenda besar yang harus ditunda karena virus corona adalah Piala Dunia U-20. Seharusnya ajang ini berlangsung pada 2021 mendatang di Indonesia.

Namun, Biro Dewan FIFA memutuskan untuk membatalkan Piala Dunia U-20 2021 bersamaan dengan Piala Dunia U-17 2021. Keputusan itu juga sekaligus menunjuk Indonesia dan Peru sebagai tuan rumah edisi 2023.

Keputusan pembatalan ini tak lepas dari situasi pandemi virus corona COVID-19 saat ini yang tak kunjung mereda. Dan itu berdampak pada pembatasan perjalanan internasional.

Setelah berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan, FIFA akhirnya memutuskan untuk membatalkan kedua turnamen di edisi 2021 dan langsung melompat ke 2023.

Baca juga: RESMI: FIFA Batal Gelar Piala Dunia U-20 2021 Indonesia

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengapresiasi dan menghormati keputusan FIFA, mengingat kelancaran acara serta keselamatan dan keamanan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Indonesia 2021 adalah prioritas utama.

“Sebetulnya, seluruh persiapan terkait penyelenggaraan dan menyambut Piala Dunia U-20 Indonesia 2021 sudah kami lakukan dengan maksimal dan matang. PSSI menghormati dan mendukung keputusan FIFA untuk membatalkan Piala Dunia U-20 pada 2021," ujar Iriawan dikutip situs resmi PSSI.

"Bersama dengan FIFA, INAFOC, dan kota-kota tuan rumah di seluruh Indonesia, PSSI berharap dapat bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk menyelenggarakan turnamen edisi berikutnya pada tahun 2023," lanjut dia.