Kaleidoskop 2020: Polemik Penerimaan Siswa Baru Sistem Zonasi

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Penerimaan siswa baru pada Juni 2020 kemarin menimbulkan polemik tersendiri. Sistem zonasi menjadi kendala yang tidak disetujui oleh para orang tua siswa. Begitu juga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengimbau seluruh sekolah di Jakarta untuk mempertimbangkan keadilan sosial.

Permintaan ini disampaikan pada forum diskusi bersama para pakar pendidikan. Anies menuturkan pentingnya keadilan sosial di dunia pendidikan. Karena baginya, pendidikan adalah peluang besar untuk tingkatkan kesejahteraan.

Bahkan Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, siswa berprestasi kebanyakan berasal dari siswa dengan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang baik dan mencukupi.

"Jadi sekarang ketika kita membicarakan mengenai penerimaan siswa baru maka salah satu prinsip mendasar barang kali yang saya harap bisa kita pegang sama-sama adalah bagaimana membuat di Jakarta pendidikan itu memberikan kesetaraan kesempatan kepada semua," ujar Anies yang dikutip melalui siaran channel Youtube milik Pemprov DKI Jakarta dan juga Liputan6.com.

Ketimpangan yang terjadi

Ranah pendidikan kembali tuai polemik dengan sistem peneriman sisa baru sesuai zonasi.
Ranah pendidikan kembali tuai polemik dengan sistem peneriman sisa baru sesuai zonasi.

Menampung murid baru juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, selain nilai akademis, seperti tingkat kesejahteraan sosialnya.

Jika Dinas Pendidikan atau sekolah hanya mempertimbangkan prestasi akademis, bukan tidak mungkin ketimpangan antar siswa bisa terjadi.

"Kalau kita tidak lakukan pemberian afirmasi pemberian dukungan kepada sebagian dari anak-anak ini bukan tidak mungkin kita nantinya akan meninggalkan sebagian dari anak-anak kita," tandasnya.

"Jangan sampai sekolah-sekolah kita hanya menjadi tempat dimana mereka yang belum sejahtera tidak dapat kesempatan yang sama dibandingkan mereka yang sudah sejahtera," tutup Anies.

#ChangeMaker