Kaleidoskop 2020: Real Madrid Akhiri Dominasi Barcelona

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 5 menit

VIVA – Pluit panjang ditiup Wasit Alejandro Hernandez tanda laga usai di di Estadio Alfredo Di Stefano dalam lanjutan LaLiga pekan ke-37, Kamis 16 Juli 2020. Para pemain Real Madrid pun langsung bersorak merayakan gelar juara.

Real Madrid akhirnya menyegel gelar juara LaLiga 2020 usai mengalahkan Villarreal dengan skor 2-1. Duel sendiri berjalan ketat sejak awal. Madrid cukup kesulitan membongkar pertahanan The Yellow Submarine.

Beruntung bagi pasukan Zinedine Zidane, pada akhirnya mereka mampu meruntuhkan tembok kokoh yang digalang pertahanan Villarreal pada menit 29. Berawal dari kesalahan lini belakang, bola direbut dan dikuasai oleh Modric.

Pemain asal Kroasia itu kemudian mengirim umpan yang dituntaskan oleh Benzema dengan gol. Dia menempatkan bola di sela-sela kaki Asenjo dan mengoyak gawang Villarreal. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Duel alot masih tersaji di babak kedua. Villarreal bahkan masih kesulitan menembus kotak penalti Real Madrid. Bola lebih banyak bergulir di lapangan tengah. Kedua tim sangat minim peluang di pertandingan ini.

Tapi, akhirnya Real Madrid berhasil tersenyum lebar setelah di menit 73 wasit menghadiahi penalti usai Sergio Ramos dilanggar di kotak terlarang. Sang kapten sendiri yang menjadi algojo hadiah penalti ini.

Eksekusi Ramos sempat menuai protes lantaran tak ditembak langsung, melainkan memberi umpan yang diselesaikan Karim Benzema. Gol itu menuai protes dari pemain Villarreal dan wasit memilih untuk mengulang penalti.

Kali ini, Karim Benzema tak menyia-nyiakan peluang. Dia mengarahkan bola ke pojok kanan gawang yang tak bisa dijangkau Sergio Asenjo di menit 76. Kubu tamu hanya bisa memperkecil ketertinggalan dengan gol Iborra di menit 83.

Skor 2-1 tidak berubah hingga laga bubar. Dengan kemenangan ini, poin Madrid sudah tak mungkin lagi dikejar Barca yang kalah 1-2 di laga lainnya. Madrid mengkoleksi 86 poin, unggul tujuh poin dari Barca dengan musim yang tersisa satu pekan lagi.

Dan pada akhirnya, Real Madrid juara dan menutup LaLiga 2020 dengan mengkoleksi total 87 poin dari 38 pertandingan. Real Madrid unggul lima poin dari Barcelona yang membayangi di peringkat kedua dengan torehan 82 poin.

Akhir Dominasi Barcelona

Ada fakta unik yang menyelimuti keberhasilan Real Madrid ini. Sejatinya, gelar juara LaLiga 2020 adalah yang terlama bagi Madrid. Setelah mengarungi kompetisi selama 11 bulan, mereka baru bisa mengunci gelar juara LaLiga.

Memang, banyak faktornya. Selain karena kompetisi yang dihentikan sementara, persaingan dengan Barcelona juga cukup sengit. Maka dari itu, Real Madrid baru bisa mengunci gelar juara di pekan 37 atau saat LaLiga menyisakan satu laga lagi.

Aneh, karena sebenarnya Madrid tampil inkonsisten saat kompetisi berjalan normal sebelum dihentikan sementara karena pandemi virus corona COVID-19. Tapi, setelah kompetisi dimulai lagi, Madrid malah mengalami kenaikan performa luar biasa.

Momentum Real Madrid juara sebenarnya tercipta pada 15 Juni 2020, atau saat kompetisi baru dimulai lagi. Saat itu, Madrid menang atas Eibar, 3-1. Usai kemenangan tersebut, Real Madrid terus tancap gas. Laju mereka sulit sekali dibendung, hingga mampu mengemas 10 kemenangan beruntun.

Di sisi lain, Barcelona malah tampil kusut. Performa Lionel Messi dan kawan-kawan jeblok dan tak konsisten. Kondisi yang menguntungkan bagi Real Madrid dan akhirnya mereka mengangkat trofi LaLiga, sekaligus mengakhiri dominasi Barcelona di LaLiga dalam dua musim terakhir.

Meski demikian, Fabio Capello angkat bicara soal pencapaian El Real di LaLiga 2020. Los Blancos dianggap menampilkan permainan terbaik. Sejak kembali dari jeda akibat pandemi, skuad asuhan Zinedine Zidane tampil luar biasa.

Mereka menyapu bersih 10 laga dengan kemenangan. Tidak berhenti sampai di sana. Ada lima pertandingan beruntun dilalui Madrid tanpa mengalami kebobolan. "Real Madrid memainkan sepakbola terbaik pada level ini," kata Capello.

"Mereka mencetak gol dan tidak kebobolan," ujar Capello, dikutip dari Marca. Bagi Capello, gelar juara Madrid ini tanda mereka berhasil mengakhiri monopoli Barcelona. Tim yang justru melempem begitu kembali dari jeda kompetisi.

"Real Madrid telah mengakhiri monopoli Barcelona dan memanfaatkan kemerosotan mereka," kata Capello. Tapi dia menganggap Madrid bisa juara bukan hanya karena kesalahan Barcelona. Tapi semua itu juga diraih berkat kerja keras.

"Tapi kita harus jelas, Real Madrid memenangkan gelar juara atas usaha mereka sendiri, bukan karena kesalahan orang lain," ujar Capello.

Tangan Emas Zidane

Sukses Real Madrid juara Laliga juga tidak terlepas dari peran penting Zinedine Zidane. Pelatih asal Prancis tersebut berhasil membawa anak asuhnya bangkit usai kembali dari jeda pandemi virus corona COVID-19.

El Real akhirnya bisa unggul tujuh angka dari Barca meski LaLiga masih menyisakan satu pertandingan lagi. Dengan tambahan satu trofi ini, total sudah 11 gelar juara yang disumbangkan Zidane untuk Madrid.

Menariknya, semua itu dilakukannya cuma dalam 209 pertandingan. Dilansir Marca, jika dijadikan rata-rata, statistik Zidane bersama Madrid adalah satu trofi di setiap 19 pertandingan.

Sebuah capaian yang luar biasa dari juru taktik asal Prancis tersebut. Dalam sejarah Madrid, pelatih yang paling sukses sejauh ini adalah Miguel Munoz. Dia berhasil menyumbangkan 14 gelar juara dalam 605 pertandingan.

Zidane memiliki dua fase dalam menjadi pelatih Madrid. Yang pertama pada 2016 hingga 2018. Zidane mencatatkan 149 pertandingan. Setelah sempat mengundurkan diri, Zidane ditarik lagi jadi pelatih pada 2019. Dan menjalani 60 pertandingan bersama tim berjuluk Los Blancos.

Gelar juara Zidane sebagai pelatih Real Madrid: LaLiga (2017, 2020), Piala Super Spanyol (2017, 2020), Liga Champions (2016, 2017, 2018), Piala Super Eropa (2016, 2017), dan Piala Dunia Antar Klub (2016, 2017).

Sementara itu, Presiden Real Madrid, Florentino Perez memuji peran penting Zinedine Zidane yang berhasil membawa El Real juara LaLiga musim ini. Menurutnya, Zidane merupakan anugerah dari langit buat Real Madrid.

"Saya melihat di Twitter bahwa Zidane telah memenangkan satu trofi setiap 19 pertandingan sebagai pelatih Real Madrid," kata Perez seperti dilansir laman olahraga Spanyol, Marca, Jumat 17 Juili 2020.

"Zidane adalah anugerah dari langit dan orang-orang bebas mengatakan apa yang mereka inginkan tentang dia, kami akan terus memenangkan piala," lanjut Perez.

Sementara itu, meski sedang diselimuti kebahagiaan, Perez juga tidak lupa memberikan hormat kepada fans korban Pandemi Corona COVID-19. Memang, kebahagiaan El Real juara terjadi di tengah situasi duka karena Corona, khususnya di Spanyol.

"Kami ingin mengenang mereka yang telah menderita, yang memiliki momen buruk dan mereka yang tidak bisa berada di sini bersama kami," kata Perez.