Kaleidoskop 2021: Akidi Tio dan Donasi Rp 2 Triliun yang Fenomenal

·Bacaan 9 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nama Akidi Tio menjadi fenomenal pada pertengahan tahun ini. Hal tersebut usai tersiarnya kabar seorang anak mendiang Akidi Tio akan menyumbang dalam jumlah fantastis untuk keperluan masyarakat Sumatera Selatan yang terdampak pandemi Covid-19.

Donasi bantuan yang diberikan keluarga pengusaha asal Langsa, Nangroe Aceh Darussalam sebesar Rp 2 triliun ini pun viral setelah diunggah oleh akun Facebook Humas Polda Sumatera Selatan.

Sumbangan yang diwasiatkan itu disampaikan secara simbolis kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri. Bahkan Gubernur Sumsel Herman Deru memberi apresiasi atas niat baik tersebut.

Selama sepekan, sosok Akidi Tio menjadi fenomenal dan dieluh-eluhkan oleh sejumlah tokoh. Diantaranya Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang mengatakan bahwa Akidi Tio adalah sosok yang murah hati.

Namun sayangnya donasi bernilai jumbo tersebut berakhir sebagai isapan jempol semata. Sumbangan Rp 2 triliun yang ditunggu-tunggu tak kunjung cair.

Dirangkum Liputan6.com, berikut kronologi sumbangan Rp 2 triliun Akidi Tio yang menghebohkan di pertengahan 2021:

1. Sosok Mendiang Akidi Tio

Akidi Tio merupakan pengusaha asal Langsa, Nangroe Aceh Darussalam dan pernah tinggal di Palembang beberapa tahun.

Dari informasi yang diperoleh, semasa hidupnya Akidi Tio hijrah dari Kota Langsa Aceh Timur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ke Kota Palembang Sumsel.

Di Palembang, Akidi Tio mengadu nasib dan membuka berbagai usaha yang akhirnya berkembang pesat.

Mendiang Akidi Tio yang merupakan keturunan Tionghoa, mempunyai 7 orang anak. Di mana, anak sulungnya sudah meninggal dunia, 5 orang anaknya kini tinggal di Jakarta. Sedangkan anak bungsunya, memilih tinggal dan membangun bisnis di Kota Palembang Sumsel.

Meskipun informasi tentang sosok Akidi Tio dan keluarganya minim. Namun akhirnya, Prof Hardi Darmawan mengungkap bagaimana sosok Akidi Tio semasa hidup.

Prof Hardi Darmawan yang tercatat sebagai dokter di Rumah Sakit (RS) RK Charitas Palembang Sumsel, merupakan dokter pribadi keluarga mendiang Akidi Tio.

Dari penuturan Prof Hardi Darmawan inilah, akhirnya terbongkar bagaimana latar belakang mendiang Akidi Tio dan keluarganya.

Menurutnya, keluarga mendiang Akidi Tio memang berjiwa sosial, namun tetap rendah hati, sederhana dan tidak mau aksi sosialnya terpublikasi.

"Karena mereka memang sifatnya low profile, sederhana. Tapi mereka mau membantu orang lain," ucapnya dalam sesi wawancara secara virtual.

Sebelum tenar karena menyumbangkan dana fantastis sebesar Rp 2 triliun, keluarga mendiang Akidi Tio kerap memberikan bantuan lainnya, terutama di Sumsel.

Seperti memberi makanan untuk warga yang menjalankan isolasi mandiri (isoman), secara rutin menyumbangkan bantuan ke panti jompo dan lainnya.

"Yang saya ingat dari keluarga Akidi Tio ini kesederhanaannya itu seperti suka memakai pakaian putih, orang bersih dan rapi," katanya.

Awal perkenalan Prof Hardi dan mendiang Akidi, berawal ketika Akidi menjadi pasiennya sejak 36 tahun lalu hingga wafat di tahun 2009. Dia sangat ingat bagaimana sosok Akidi semasa hidupnya, mempunyai prinsip untuk membantu orang-orang yang susah.

Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengatakan jika Akidi Tio memang telah kaya raya sejak kecil. Dia hidup bersama keluarga Thong Ju, China Palembang yang bergelimang harta di era Presiden Soekarno.

Bahkan, pamannya sempat jadi Menteri Perdagangan Singapura. "Akidi Tio pernah bersumpah kepada Thong Ju kalau dia kaya akan memberikan sumbangan rakyat Palembang, dan terbukti janjinya melalui wasiat anak cucunya," tulis Bamsoet.

Dia menceritakan ternyata Akidi Tio pernah hidup di Palembang dengan memulai usaha kecap hingga punya pabrik kecap.

"Dia juga yang punya kelenteng di 10 Ulu dan beberapa tempat di Palembang, dan dia yang punya Cipta Futura Sawi di Muara Enim," kata Bamsoet, seperti dikutip Jumat (30/7/2021).

Tak hanya kecap, Akidi Tio juga merupakan pengusaha tambang batu dolomit sebagai bahan pembuat pupuk.

2. Sumbangan Fantastis

Tumpukan uang di ruang penyimpanan uang BNI, Jakarta, Senin (2/11/2015). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening simpanan dengan nilai di atas Rp2 M pada bulan September mengalami peningkatan . (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Tumpukan uang di ruang penyimpanan uang BNI, Jakarta, Senin (2/11/2015). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening simpanan dengan nilai di atas Rp2 M pada bulan September mengalami peningkatan . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bila benar, donasi yang ditujukan untuk penanganan Covid-19 dan kesehatan di Sumsel itu hanya dapat ditandingi oleh miliarder dunia Bill Gates. Pada 10 Desember 2020, Yayasan Bill Gates mengucurkan Rp 3,5 triliun untuk penanganan virus penyebab Covid-19

Selain itu, jika dibandingkan dengan alokasi anggaran pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, donasi Rp 2 triliun keluarga Akidi Tio memang tak main-main. Bahkan, jumlah tersebut lebih besar dari alokasi pembagian 2 juta paket obat untuk pasien Covid-19 yang isolasi mandiri (isoman) senilai Rp 1,17 triliun.

Angka bantuan Covid-19 tersebut juga masih lebih banyak dari anggaran untuk percepatan vaksinasi yang sebesar Rp 1,96 triliun yang dipersiapkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Anggaran ini digelontorkan pasca Bendahara Negara gemas dengan realisasi pemerintah daerah untuk program vaksinasi yang tak berjalan baik.

Selain itu, sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio ini juga hampir setara dengan dana pembangunan berbagai pusat rumah sakit darurat penanganan Covid-19, yang dikucurkan Sri Mulyani sekitar Rp 2,75 triliun.

"Asrama haji dikonversi jadi RS Darurat di Pondok Gede, Surabaya, Boyolali, Bandung, Yogyakarta, itu membutuhkan Rp 2,75 triliun untuk konversi mereka untuk melengkapinya," ungkap Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri kala itu, mengatakan bahwa salah satu arah bantuan keluarga Akidi Tio terkait ketersediaan oksigen, obat, insentif bagi tenaga medis, dan penyediaan tempat isolasi bagi masyarakat umum.

Terpenting juga menambah laboratorium reaksi berantai polimerase (PCR) yang kini hanya ada 15 unit dan total berkapasitas dua ribu sampel per hari.

Sumbangan diberikan melalui dokter keluarganya. Adapun penyerahan bantuan Covid-19 tersebut dilakukan pada Senin, 26 Juli 2021.

Prof Hardi Darmawan selaku dokter keluarga almarhum Akidi Tio, menjelaskan mengapa sumbangan tersebut diserahkan kepada Kapolda Sumsel.

Menurut Hardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri memiliki hubungan yang baik dengan almarhum dan putra sulung Akidi Tio saat masih bertugas di Aceh.

3. Dana Tersimpan di Bank Singapura dan Segera Cair

Ilustrasi Bank
Ilustrasi Bank

Setelah kabar soal sumbangan Akidi Tio terus bergulir dalam beberapa hari terakhir sejak viral dan ramai diperbincangkan, beredar informasi jika sumbangan Rp 2 triliun akan cair besok, Senin 2 Agustus 2021.

Kabar ini didapatkan mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dari informasi yang dikumpulkan teman dekat anak bungsu Akidi Tio, Heryanti.

Dalam update unggahan Dahlan di disway.id, ia memaparkan percakapannya dengan seorang perempuan yang disebut ‘si cantik’. Kendati informasi itu ia dapatkan, namun sosok siapa ‘si cantik’ tersebut belum akan diungkap Dahlan.

Ya, Dahlan menanyakan langsung terkait sumbangan Rp 2 triliun ke perempuan tersebut. setelah Dahlan sedikit mengisahkan tentang kedekatan antara perempuan itu dengan Heryanti.

"Ada. Mungkin paling lambat Senin lusa cair," jawab perempuan itu, mengutip tulisan di Diway.id, Minggu (1/8/2021).

Dahlan terus mencecar dengan pertanyaan tambahan, dan seakan dijawab santai oleh perempuan itu. “Dari mana Anda tahu Senin bisa cair?" tanya Dahlan.

“Saya baru saja telepon Heryanti. Dia bilang begitu," jawab perempuan itu.

Dahlan mencoba memastikan uang tersebut akan benar-benar disalurkan. Ia juga sempat menguji perempuan tersebut ketika disampaikan waktu spesifik perkiraan pengiriman dana tersebut.

“Saya percaya dia. Dia bilang begitu, jawabnya lagi. Iya sih. Tapi kali ini bicaranya kan dengan Kapolda. Mana bisa sembarangan," kata perempuan itu kepada Dahlan.

Sumber itu mengatakan bahwa uang tersebut masih ada di bank di Singapura. Uang itu milik ayah Haryanti, Akidi Tio yang meninggal tahun 2009 lalu, di umur 89 tahun. Istri Aki meninggal empat tahun sebelumnya.

Uang itu hasil usaha Aki dengan partner bisnis di Singapura dan Hongkong. Mereka juga punya aset dalam bentuk gedung-gedung.

Sementara itu, Dahlan menuliskan tak hanya Heryanti yang mengetahui perihal uang tersebut, tujuh bersaudara anak Akidi Tio mengetahui tentang uang simpanan tersebut.

“Hanya saja mereka sudah ''putus harapan''. Uang itu tidak akan bisa dicairkan. Kalau toh bisa harus dengan usaha yang luar biasa dan biaya yang besar,” Tulis Dahlan.

Sumber yang ditemui Dahlan mengaku juga telah meminjami Heriyanti Rp 3 miliar untuk mengurus pengambilan uang Rp 2 Triliun milik Akidi Tio.

“Di antara 7 bersaudara, tinggal Heryanti yang masih tidak mau menyerah. Dia terus berusaha mendapatkannya. Mungkin Heryanti mendapat kabar dari Singapura bahwa uangnya sudah bisa diambil –sehingga berani menghadap Kapolda,” tulisnya.

Saking dekatnya sumber yang ditemui Dahlan dengan Heriyanti, perempuan itu pernah menemani anak Akidi Tio ke Singapura hingga Hong Kong untuk mendampingi pengurusan tersebut. Perempuan itu disebut-sebut mendukung penuh Heriyanti tanpa sedikitpun ragu terhadap kebaikan anak konglomerat itu.

“Mungkin Senin depan. Atau Senin depannya lagi...,” tutup Dahlan.

Terkait siapa sosok perempuan yang ditemui Dahlan, ia tak mau membuka lebih jauh identitasnya. Di awal tulisan, Dahlan hanya memberikan bocoran bahwa pembaca tulisannya kelak akan familiar dengan perempuan yang memiliki lima ‘I’ di namanya itu.

4. Awalnya Disanjung Berakhir Prank

Keluarga mendiang Akidi Tio saat menyerahkan bantuan sebesar Rp 2 Triliun ke Polda - Pemprov Sumsel (Dok. Humas Polda Sumsel / Nefri Inge)
Keluarga mendiang Akidi Tio saat menyerahkan bantuan sebesar Rp 2 Triliun ke Polda - Pemprov Sumsel (Dok. Humas Polda Sumsel / Nefri Inge)

Drama dana bantuan penanganan Covid-19 oleh Keluarga Akidi Tio sebesar Rp 2 triliun akhirnya terjawab sudah. Anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumsel soal dana bantuan tersebut. Ternyata, dana yang dijanjikan Akidi Tio tak jelas.

Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel pukul 12.59 WIB dan langsung digiring masuk ke ruang Dir Ditkrimum Polda Sumsel dengan pengawalan ketat sejumlah petugas.

"Status sudah tersangka, inisial H. Sekarang sudah diamankan di Mapolda," kata Ratno Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro, seperti dikutip dari kanal Liputan6.com.

Ratno menambahkan, sekarang pihaknya sedang menunggu keterangan tim penyidik soal motif apa yang mendorong tersangka membuat kegaduhan ini.

Hari ini, kata Ratno, tim yang dipimpin Kapolda Sumsel telah bekerja dari Senin (26/7) sudah membentuk tim. Pihaknya menggunakan data IT dan Source Intelejen Analysis.

"Ini kejahatan kedua yang pernah dilakukan tersangka," katanya menutup pembicaraan soal pengungkapan kasus bantuan Akidi Tio itu.

Menko Polhukam Mahfud Md menanggapi fenomena uang sumbangan Rp 2 triliun bodong dari keluarga Akidi Tio. Menurut pandangannya, sedari awal dirinya sudah memgaku ragu dengan 'niat baik' tersebut.

"Sejak awal sudah tak yakin itu ada karena petualang seperti itu sudah banyak memberi pelajaran pada kita. Makanya ketika saya mencuit “Mudah-mudahan itu nyata” Saya justru sama sekali tak berharap itu ada tapi saya nyindir kepada yang percaya dengan itu," kata Mahfud dalam keterangan tertulis diterima, Selasa (4/8/2021).

Mahfud mengatakan, sejak dahulu banyak fenomena sumbangan bodong seperti Akidi Tio saat ini. Mereka mengaku mau menyumbang, bisa menggali uang dengan kesaktian secara ajaib atau dapat bisa menemukan obat untuk 1000 penyakit. Namun faktanya, semua adalah kebohongan.

"Saya mendukung Hamid Awaluddin yang tak mau percaya begitu saja dengan sumbangan 2T dari Akidi Tio itu. Makanya saya berbagi pengalaman di cuitan saya itu," ujar Mahfud.

Sedangkan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku belum sempat memeriksa uang sumbangan yang hendak disalurkan keluarga Akidi Tio senilai Rp 2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan.

Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan, pemberian donasi bernilai fantastis seperti ini semustinya pihak penyumbang berkoordinasi dulu dengan PPATK sebelum mempublikasikannya secara luas.

"Kita kan bisa periksa dulu untuk memastikan kredibilitas setiap calon penyumbang dan menghindari spekulasi di masyarakat," ujar Dian kepada Liputan6.com.

Infografis Dugaan Prank Sumbangan Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio

Infografis Dugaan Prank Sumbangan Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Dugaan Prank Sumbangan Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel