Kaleidoskop 2021: Guru Ngaji Cabul hingga Wali Kota Bandung Meninggal Dunia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Bandung - Berbagai peristiwa menjadi tajuk pemberitaan utama dan perhatian publik di Kota Bandung, Jawa Barat, sepanjang 2021. Mulai dari kasus penyekatan mudik Lebaran, guru ngaji cabul, hingga kabar meninggalnya Wali Kota Bandung Oded M. Danial.

Berikut rangkuman peristiwa yang menjadi pemberitaan utama di kanal Regional Liputan6.com dari wilayah Bandung dan sekitarnya.

Penyekatan Pemudik

Jajaran Polresta Bandung memeriksa kendaraan yang melintas dari Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (7/6/2021). Operasi Ketupat Lodaya 2021 itu dilakukan sebagai pemegakan larangan mudik lebaran.
Jajaran Polresta Bandung memeriksa kendaraan yang melintas dari Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (7/6/2021). Operasi Ketupat Lodaya 2021 itu dilakukan sebagai pemegakan larangan mudik lebaran.

Pemerintah Kota Bandung menyiapkan penyekatan arus mudik di tujuh titik, mulai dari gerbang tol hingga sejumlah jalur pintu keluar masuk Ibu Kota Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Ricky Gustiadi di Bandung, mengatakan bahwa penyekatan para pemudik itu bakal efektif mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Sejauh ini, dia bersama pihak kepolisian tengah menyiapkan skema teknis penyekatan itu.

"Akan dirapatkan lagi titik penyekatannya, sedang disiapkan teknisnya juga dari kepolisian bagaimana menyeleksi kendaraan yang layak lolos dari aglomerasi Bandung Raya atau dari luar," kata Ricky, dikutip Antara.

Ia menyebutkan tujuh titik penyekatan itu, yakni Gerbang Tol (GT) Pasteur, GT Buahbatu, GT Kopo, GT Mochamad Toha, GT Pasirkoja, dan perbatasan di wilayah Cibiru dan Ledeng.

Penyekatan arus lalu lintas mulai dilakukan Satlantas Polresta Bandung, setelah adanya aturan mudik terbaru dari pemerintah pusat yang melarang mudik mulai hari ini, Kamis, 22 April 2021.

Sementara itu, Kepala Satlantas Polresta Bandung Kompol Erik Bangun Prakasa menyebutkan delapan titik penyekatan di Kabupaten Bandung, mulai dari sejumlah gerbang tol hingga jalur arteri.

Selengkapnya baca di sini

Kasus Covid-19 Melonjak, Faskes dan Nakes Terancam Kolaps

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung bergerak menertibkan dan menutup Jalan Dipati Ukur, Kamis (3/12/2020) malam. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung bergerak menertibkan dan menutup Jalan Dipati Ukur, Kamis (3/12/2020) malam. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengaku khawatir terjadinya kenaikan tren kasus positif Covid-19 di Kota Bandung pasca lebaran dan libur panjang beberapa waktu lalu. Hal ini terlihat dari angka Bed Occupancy Ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Kota Bandung yang sudah 79,9 persen dan cenderung akan mengalami kenaikan.

"Ini sudah di titik psikologis. Menunjukkan bahwa baik fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatannya sebentar lagi collapse," katanya di Bandung, Minggu (6/6/2021).

Yana pun ingin meluruskan, regulasi masyarakat tidak boleh melakukan mudik muncul sebab Pemerintah Kota Bandung khawatir siklus peningkatan Covid-19 terjadi. Itu bisa terjadi dua pekan sampai sebulan setelah libur panjang.

"Saya tidak bisa bayangkan kalau kemarin Pemerintah Pusat dan Daerah tidak membatasi soal mudik. India saja yang sudah terkendali jadi 9.000an penambahan (kasus positif covid-19) per hari. Hari ini sampai 360 ribu," katanya.

"Kita ini (Indonesia) mungkin sudah mendekati 100 ribu orang, ngeri buat saya. Karena di Kota Bandung saja sudah lebih dari 100 kasus per harinya. Sebelumnya 30an kasus, sekarang sudah di 101 kasus per hari," cetus Yana.

Selengkapnya baca di sini

Guru Ngaji Cabuli Santri

Ilustrasi Pencabulan (Liputan6.com/Johan Fatzry)
Ilustrasi Pencabulan (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Livia Istiana mendorong Polda Jawa Barat untuk dapat mengungkap dugaan penyalahgunaan eksploitasi ekonomi serta kejelasan perihal aliran dana yang dilakukan oleh pelaku pimpinan yayasan pesantren HW (36).

Perlu diketahui, kasus pencabulan terhadap belasan santri hingga beberapa di antaranya hamil oleh pelaku HW, seorang pimpinan salah satu yayasan pesantren di Kota Bandung sedang dipersidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Khusus Bandung.

"Fakta persidangan mengungkap bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh para korban diakui sebagai anak yatim piatu dan dijadikan alat oleh pelaku untuk meminta dana kepada sejumlah pihak," ucap Livia dalam siaran pers, Kamis (9/12/2021).

Tak hanya itu, Livia mengungkapkan, dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk para korban juga diambil pelaku HW. "Salah satu saksi memberikan keterangan bahwa ponpes mendapatkan dana BOS yang penggunaannya tidak jelas serta para korban dipaksa dan dipekerjakan sebagai kuli bangunan saat membangun gedung pesantren di daerah Cibiru," ungkapnya.

Livia menuturkan, pihaknya telah memberikan perlindungan kepada 29 orang, 12 di antaranya anak di bawah umur dalam kasus pencabulan yang dilakukan HW. Mereka terdiri dari pelapor, saksi dan korban saat memberikan keterangan dalam persidangan dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dengan terdakwa HW yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung dari 17 November sampai 7 Desember 2021.

"Dari 12 orang anak di bawah umur, 7 di antaranya telah melahirkan anak pelaku," katanya.

Selengkapnya baca di sini

Wali Kota Bandung Meninggal Dunia

Wali Kota Bandung Oded M. Danial menanggapi budidaya maggot di Bandung. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Wali Kota Bandung Oded M. Danial menanggapi budidaya maggot di Bandung. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Berita duka datang dari Kota Bandung. Wali Kota Bandung Oded M Danial meninggal dunia pada Jumat (10/12/2021). Informasi meninggalnya Oded dibenarkan staf Humas Pemkot Bandung, Primanda.

"Iya. Sedang diusahakan direktur (RS) Muhammadiyah jadi juru bicara," tulis Primanda melalui pesan singkat yang diterima Liputan6.com.

Berita selengkapnya di sini

Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

vidio:Sidang Kasus Perkosaan Santri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel