Kalimat Imperatif Adalah Kalimat Perintah, Kenali Jenis-Jenis dan Contohnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Kalimat imperatif adalah kalimat yang berisi perintah terhadap sesuatu. Pemberian perintah ini bisa berupa lisan maupun secara tertulis. Sementara dalam bahasa Indonesia, kalimat imperatif adalah kalimat perintah.

Secara umum, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kalimat imperatif adalah kalimat yang bersifat memerintah atau memberi komando, mempunyai hak memberi komando, bersifat mengharuskan. Sesuai namanya, jenis kalimat ini sering digunakan ketika memberi perintah kepada orang lain.

Ketika diucapkan secara lisan, kalimat imperatif bisa dilontarkan dengan keras atau kasar, namun bisa juga secara halus atau santun. Sedangkan ketika ditulis lewat pesan teks, kalimat imperatif sering disertai tanda baca, seperti tanda seru (!), atau tanda baca lainnya yang sesuai.

Berikut ini penjelasan mengenai definisi kalimat imperatif beserta ciri-ciri, jenis-jenis, dan contoh kalimatnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (26/11/2021).

Definisi Kalimat Imperatif

Ilustrasi Menulis Kalimat Credit: pexels.com/Tina
Ilustrasi Menulis Kalimat Credit: pexels.com/Tina

Menurut Anton M. Moeliono dan kawan-kawan, kalimat imperatif adalah kalimat yang isi atau tujuannya untuk memerintah, menyuruh, atau meminta. Sementara menurut Desi Ambarwati, kalimat imperatif adalah sebagai jenis kalimat yang digunakan untuk memberi perintah kepada orang lain agar melakukan sesuatu sesuai yang dikehendaki penutur atau pemberi pesan.

Sedangkan menurut Yeni Mulyani Supriatin, kalimat imperatif adalah kalimat yang dipakai oleh penutur untuk mengajukan permintaan, memberi perintah, atau mensyaratkan sesuatu kepada lawan bicara.

Ciri-Ciri Kalimat Imperatif

Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/John
Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/John

Setelah mengetahui definisi kalimat imperatif, berikut ini ada beberapa ciri-ciri dari kalimat imperatif, yaitu:

1. Intonasi yang rendah di akhir kalimat.

2. Adanya artikel penegas, penghalus, ajakan, harapan, permintaan, dan larangan.

3. Susunan kalimatnya inversi sehingga subjek dan predikatnya tidak pasti.

4. Pelaku tindakannya tidak selalu terungkap.

5. Umumnya diakhiri contoh penggunaan tanda seru (!) yang terdapat di akhir kalimat.

Fungsi Kalimat Imperatif

Ilustrasi Kalimat Persuasif Credit: pexels.com/Enzo
Ilustrasi Kalimat Persuasif Credit: pexels.com/Enzo

Kalimat imperatif juga memiliki fungsi, diantaranya:

1. Memberi perintah

Contoh:

a. Belikan makanan ringan untuk para tamu undangan!

b. Tolong, angkat jemuran itu!

2. Memberi komando

Contoh:

a. Kelompok 7 pergilah ke arah selatan!

b. Seranglah dari arah timur!

3. Memberi larangan

Contoh:

a. Jangan bekerja selagi beristirahat!

b. Jangan sampai kalian ditangkap.

4. Memberi ajakan

Contoh:

a. Mari, Pak, dicicipi soto buatan istri saya.

b. Ayo, kita patuhi PSBB!

5. Memberi tuntutan

Contoh:

a. Bertanggung jawablah atas perbuatan yang selama ini Anda lakukan.

b. Bayarlah utang Anda malam ini.

6. Memberi isyarat

Contoh:

a. Agar kondisinya membaik, Anda bisa pergi sekarang.

b. Tak usah malu-malu, anggap saja sudah pernah datang.

7. Memberikan pembiaran

Contoh:

a. Biarkan dia sendiri untuk menenangkan diri.

Jenis-Jenis Kalimat Imperatif

Ilustrasi./Copyright unsplash.com
Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Berikut ini ada macam-macam kalimat imperatif, antara lain:

1. Kalimat Imperatif Tak Transitif

Kalimat imperatif tak transitif dibentuk dari kalimat deklaratif tak transitif yang bisa berpredikat verba dasar, frasa adjektiva, dan frasa verbal yang berprefiks ber-, dan meng-, atau frasa preposional.

2. Kalimat Imperatif Transitif

Kalimat imperatif transitif adalah kalimat imperatif yang memiliki predikat verba transitif mirip dengan konstruksi kalimat deklaratif pasif.

3. Kalimat Imperatif Halus

Kalimat imperatif halus adalah bentuk kalimat yang menggunakan pemilihan kosakata lebih halus, seperti: tolong, coba, silakan, sudilah, dan kiranya.

4. Kalimat Imperatif Permintaan

Kalimat imperatif ini menggunakan kosakata yang mengandung makna meminta atau memohon.

5. Kalimat Imperatif Ajakan dan Harapan

Kalimat imperatif ini mengandung makna ajakan atau harapan, yang biasanya terdapat kata: ayo(lah), mari(lah), atau hendaknya.

6. Kalimat Imperatif Larangan

Kalimat imperatif larangan memiliki maksud memberikan sebuah larangan yang biasanya berisi negatif di akhir kalimat, biasanya ditandai dengan jangan (lah).

7. Kalimat Imperatif Pembiaran

Kalimat imperatif ini tidak melarang seseorang untuk melakukan sesuatu, sebaliknya, mengandung makna pembiaran agar perbuatan atau aktivitas tetap dilakukan. Biasanya, kata-kata yang digunakan berupa: biarkan-(lah) dan biar-(lah).

Contoh Kalimat Imperatif

Untuk lebih memahami bahasan kali ini, berikut beberapa contoh kalimat imperatif, diantaranya:

1. Tolong sampaikan salamku untuk dia.

2. Ayo, tunjukkan keseriusanmu!

3. Bergegaslah ke ladang!

4. Kami memohon dengan sangat agar Bapak berkenan mengisi ceramah di pengajian kami.

5. Sudilah kiranya Bapak-Bapak sekalian untuk menyimak uraian yang hendak saya sampaikan.

6. Ayo, kita harus bergegas pergi dari sini!

7. Kau tidak berhak mencampuri urusanku!

8. Biarlah aku sendiri yang menghadapi masalah ini.

9. Isilah titik-titik di bawah ini!

10. Sebutkan ciri-ciri dari kalimat imperatif!

11. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis kalimat imperatif!

12. Dapatkah sekiranya jika Bapak mengisi materi di seminar kali ini?

13. Kepada siswa siswi SD Garuda, dimohon untuk berkumpul di lapangan upacara.

14. Biarkanlah aku pergi dari sini, karena aku sudah jenuh tinggal di sini!

15. Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, silakan mencicpi hidangan yang telah kami sediakan di meja sebelah timur.

16. Untuk informasi selanjutnya, Anda bisa menghubungi narahubung yang tertera di kartu nama ini.

17. Mohon tidak ribut saat upacara tengah berlangsung.

18. Janganlah kau berpura-pura di hadapanku!

19. Jangan pernah sia-siakan waktumu yang berharga.

20. Carilah persamaan kata dari kata-kata berikut ini.

21. Ayolah, tak usah bermuram durja begitu!

22. Mari, Pak, silakan masuk ke rumah kami.

23. Tak usah malu-malu, anggap saja rumah ini sebagai rumah Anda sendiri.

24. Silakan mengambil nomor antrean di loket yang terletak di pintu selatan.

25. Mari, kita satukan visi dan misi kita!

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel