Kalimat Persuasif adalah Bentuk Ajakan secara Damai, Begini Penulisannya

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Saat mempelajari jenis kalimat, kamu pasti akan menemukan kalimat persuasif sebagai bentuk kalimat ajakan. Sederhananya, kalimat persuasif adalah ungkapan ajakan atau imbauan. Kalimat ini cocok dipakai untuk membuat iklan, promosi, kampanye, dakwah, dan lain sebagainya. Pembuatannya pun mudah.

Jika melihat dari sisi tujuan, kalimat persuasif adalah bagian dari upaya memengaruhi khalayak melalui tulisan. Tentu saja agar khalayak ini bisa mengikuti ajakan dan imbauan yang disampaikan penulisnya.

Untuk bisa membuat kalimat persuasif, kenali ciri-cirinya terlebih dahulu. Kemudian pahami bahwa, kalimat persuasif adalah ajakan yang lebih meyakinkan jika disertai dengan bukti.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas informasi mengenai kalimat persuasif beserta cara penulisannya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Kalimat Persuasif

Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Woman
Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Woman

Kalimat persuasif adalah ungkapan bujukan, rayuan, ajakan, dan imbauan. Tujuan dari dibentuknya kalimat persuasif adalah untuk menyadarkan pembaca. Sekaligus mampu membuat pembaca terbujuk oleh kalimat yang dibacanya.

Kalimat persuasif biasanya dipakai dalam iklan. Tentu saja untuk membujuk pelanggan agar mau membeli produk yang dijualnya. Selain iklan, kalimat persuasif kerap diakai untuk peringatan dan nasihat. Hal inilah yang membuat kalimat peruasif adalah kunci bujukan maut penulis kepada pembaca.

Umumnya kalimat persuasif untuk iklan, peringatan, nasihat, dan imbauan hanya singkat. Meski begitu, bukan berarti kalimat persuasif adalah kalimat yang tak bisa dibuat panjang. Kumpulan kalimat persuasif adalah paragraf persuasif.

Paragraf persuasif inilah yang disebut dengan kalimat persuasif versi panjang. Panjang atau pendek, tujuan kalimat persuasif adalah sama-sama membujuk, mengajak, dan memengaruhi pembaca atau pendengar.

Ciri-Ciri Kalimat Persuasif

lustrasi Menulis Credit: pexels.com/Neo
lustrasi Menulis Credit: pexels.com/Neo

Mengenali ciri-ciri kalimat persuasif adalah bagian penting sebelum mulai membuatnya. Ciri-ciri ini pula yang akan memudahkan penulis menentukan arah kalimat yang hendak dibuatnya.

Berikut ciri-ciri kalimat persuasif:

  1. Bersifat mengajak atau membujuk.

  2. Penggunaan tanda baca seru (!), terutama jika kalimat persuasifnya memerintah.

  3. Berbentuk paragraf jika dibuat untuk pidato, ceramah, berita, dan lain sebagainya.

  4. Umumnya digunakan untuk promosi.

  5. Menarik perhatian terutama jika diperuntukkan untuk promosi atau iklan.

  6. Mengandung kata ajakan, misalnya marilah, cobalah, ayolah, janganlah, dan masih banyak lagi.

  7. Menarik dan bisa dipertanggungjawabkan.

  8. Paragraf persuasif yang disertai dengan bukti lebih meyakinkan.

  9. Lebih menarik lagi jika kalimat persuasif dibuat berima.

  10. Mudah dimengerti.

  11. Biasanya menggunakan segala upaya yang memungkinkan pembaca terpengaruh.

  12. Kadang-kadang menggunakan alasan yang tidak objektif.

  13. Dalam iklan, karangan persuasi ini disebut juga persuasif-provokatif.

Penulisan Kalimat Persuasif

Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Vlada
Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Vlada

Topik yang diangkat untuk tulisan persuasif adalah topik yang bisa digunakan untuk mempengaruhi orang lain. Mengajak mereka melakukan sesuatu yang sesuai dengan teks.

Berikut contoh kalimat persuasif:

  1. Menggunakan helm standar dapat mengurangi resiko saat terjadi kecelakaan.

  2. Berhenti merokok untuk menjaga kesehatan jantung.

  3. Membaca buku untuk meningkatkan wawasan.

  4. Berolahraga untuk jaga kesehatan jasmani dan rohani.

  5. Berhenti makan sembarangan agar terhindar dari masalah pencernaan.

  6. Belajar yang rajin agar kaya pengetahuan.

  7. Rajinlah menabung agar kaya.

  8. Berhati-hatilah saat berkendara dan patuhi rambu lalu lintas.

  9. Jangan bermain air, nanti masuk angin.

  10. Rajin bersihkan wajah agar tampak bersih bersinar.

Untuk menulis paragraf persuasi yang baik, lakukanlah riset. Bisa dengan membaca literatur terkait agar bisa mencantumkan bukti atau hasil penelitian.

Tentu saja upaya-upaya ini dilakukan untuk memperkuat argumen dalam setiap kalimat persuasif yang dibuat. Hanya dengan cara inilah pembaca akan lebih mudah meyakini apa yang ditulis atau disampaikan.