Kalla yang jadi Alternatif untuk Elektabilitas Ical

Pemilihan presiden kita selanjutnya baru akan terjadi pada 2014, namun nama-nama yang diperkirakan akan maju menjadi capres sudah mengkristal sejak sekarang.

Yang jelas-jelas sudah mulai mensosialisasikan namanya dan memasang iklan adalah Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar. Ambisi ini sudah tercium publik sejak lama, namun masalah lumpur Lapindo masih menjadi ganjalan moral serta finansial buat Aburizal Bakrie.

Lembaga Survei Indonesia sudah pernah menyurvei kualitas Ical sebagai calon presiden. Hasilnya, ia mendapat nilai sangat jelek. Dari lima kategori -- bisa dipercaya, tidak pernah melakukan atau diopinikan pernah melakukan KKN, tidak pernah melakukan atau diopinikan melakukan tindakan kriminal, diyakini mampu memimpin negara dan pemerintahan, dipercaya mampu berdiri di atas semua golongan yang berbeda-beda -- Ical tak sampai mendapat nilai 60 dari 100.

Bersama Ical, ada Anas Urbaningrum, Wiranto, Suryadarma Ali, Sutiyoso, dan Muhaimin Iskandar yang juga dianggap tak layak.

Mendengar hasil survei ini, Golkar mengaku tak terpengaruh. Alasannya survei hanya didasarkan pada pandangan dan pemikiran sekitar 223 tokoh di Tanah Air, bukan seluruh masyarakat Indonesia. Golkar pun tak mau lagi berubah calon, karena penetapan Aburizal sudah melalui musyawarah nasional, sehinga mereka tinggal mencari wakil buat si kandidat. Bahkan mereka sudah menyebut nama Mahfud MD untuk mendampingi Aburizal Bakrie.

Ical juga langsung menanggapi hasil survei ini, "Sekarang saya berhubungan dengan rakyat, bukan elite."

Pencalonan Ical pun mendapat tanggapan dari pegiat antikorupsi Faisal Basri. Ia mendaftar berbagai masalah yang membelit kelompok usaha Bakrie dan menambahkan, "Rakyat saja dia telantarkan."

Di tengah-tengah semua ini, mantan wakil presiden Jusuf Kalla ternyata masih menyimpan keinginan untuk maju lagi menjadi presiden. Ketua PDI Perjuangan Maruarar Sirait yang mengatakan partainya berpikir untuk memasangkan Megawati dengan Jusuf Kalla dalam pilpres 2014 dan Kalla mengaku setuju. Popularitas Kalla yang masih tinggi di kalangan kader Golkar bisa saja menggemboskan suara kader buat Aburizal Bakrie.

Kami pun menanyakan pada pembaca Yahoo! Indonesia, apakah menurut Anda wacana duet Jusuf Kalla-Megawati bisa mengurangi suara untuk Aburizal Bakrie. Hasilnya 3463 orang atau 66% menjawab iya, 1032 orang atau 20% menjawab tidak, dan 714 atau 14% menjawab tidak tahu.

Namun yang jadi pertanyaan kini, jika pasangan Mega-JK maju menjadi capres dan cawapres, apakah mereka kandidat yang menarik buat para pemilih?

POLL

Jika pasangan Megawati-Jusuf Kalla maju menjadi capres dan cawapres pada Pemilu 2014, apakah Anda akan memilih mereka?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.