Kallio Antusias Gantikan Lecuona di MotoGP Portugal

Rachit Thukral
·Bacaan 2 menit

Lecuona harus menjalani karantina mandiri 10 hari karena positif Covid-19, sama seperti saudara laki-laki dan asistennya. Akibatnya, pembalap Red Bull KTM Tech 3 itu absen di MotoGP Valencia, akhir pekan lalu.

Karena sangat mepet, tim yang bermarkas di Bormes Les Mimosas, Prancis, hanya menurunkan Miguel Oliveira. Sementara slot Lecuona dibiarkan kosong.

KTM tak mau kehilangan poin ekstra di Portimao sehingga menunjuk Kallio. Rider veteran Finlandia itu tidak asing dengan setelan motor pabrikan tersebut dan atmosfer persaingan MotoGP.

Kallio memperkuat tim di level premier selama 2017-2019. Ia mengaspal dalam enam putaran terakhir musim lalu ketika Johan Zarco didepak.

“Pertama-tama, itu bukan situasi mudah untuk tim dan bagi Iker, saya turut bersedih karena dia akan melewatkan balapan ini,” katanya.

“Jadi saya akan naik motor, walaupun tidak mudah untuk saat ini, karena saya jarang melakukannya tahun ini. Tentu sangat menarik melihat berapa kecepatan saya dan bagaimana saya dapat mempelajari trek baru dan hal-hal lain.

“Tentu, kru juga baru untuk saya, jadi saya punya banyak hal untuk dipelajari. Ini adalah tantangan besar dan kami akan berlomba dan melakukan segalanya sebaik mungkin, Selalu jadi sebuah kehormatan membalap dengan motor MotoGP dan bersama Herve dan Red Bull KTM Tech 3. Saya mengenal mereka cukup lama dan menyenangkann kembali berlomba, meski hanya di balapan penutup musim.”

Baca Juga:

Rencana Besarnya Rusak, Miller Puas Jadi Runner-Up Brivio: Suzuki Terguncang Raih Juara Dunia

Saat musim debutnya, Lecuona sekarang bertengger di peringkat ke-19, dengan prestasi maksimal finis di posisi kesembilan pada MotoGP Teruel. Kallio membukukan rapor maksimal pada 2014 ketika jadi runner-up Moto2.

Prinsipal KTM, Herve Poncharai mengumumkan, keputusan menurunkan pria 38 tahun itu, Selasa (17/11/2020), setelah menganalisis data sang pembalap di berbagai level.

“Mika Kallio akan membalap dengan kami, itu sebuah kehormatan besar. Kami mengikuti Mika bertahun-tahun. Kami melihat apa yang dilakukannya di kelas 125 cc, 250 cc, lalu Moto2 dan MotoGP,” katanya.

“Dia punya hubungan sangat kuat dengan KTM MotoGP, ini seperti bayinya. Karena situasi buruk Iker Lecuona, Mika akan bersama kami untuk merayakan balapan terakhir musim 2020 dan kami tak sabar bekerja dengannya.

“Kami tahu tidak seharusnya menaruh ekspektasi tinggi. Saya mengatakan kepada Mika bahwa dia tidak perlu menekan dirinya, hanya menikmati momen, bersenang-senang, jadi bagian tim dan meninggalkan akhir pekan terakhir MotoGP dengan lingkungan positif.”