Kalsel persiapkan qori dan qoriah untuk target juara umum MTQ Nasional

Provinsi Kalimantan Selatan terus mempersiapkan qori dan qoriah untuk bisa mencapai target juara umum Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-29 tahun 2022.

Sebagai tuan rumah tempat penyelenggara MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10--19 Oktober 2022, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kalsel pun menggelar pelatihan khusus para qori dan qoriah.

"Sejak 25 Agustus hingga kini sudah tahap ke-8 pelatihan qori dan qoriah kita laksanakan untuk menyeleksi peserta terbaik," ujar Sekretaris LPTQ Provinsi Kalsel Ahmad Bugdadi di Banjarmasin, Selasa.

Menurut dia, saat ini 57 qori dan qoriah yang masuk pemusatan pelatihan untuk menuju MTQ Nasional 2022 yang dilaksanakan pada tiga daerah, Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin, pada 8 cabang lomba.

"Ini langkah maksimal kita lakukan untuk bisa meraih target juara umum sebagaimana yang diinginkan Gubernur Kalsel," ujar Bugdadi.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Dr (HC) H Sahbirin Noor tampak puas dan yakin melihat persiapan kafilah provinsinya untuk persiapan try out MTQ Nasional ke-29 di Madrasah Darussalam Tahfidz dan Ilmu Al Qur'an Martapura, Selasa.

"Para kafilah harus terus berlatih. Jaga kesehatan dan nantinya bisa tampil maksimal," ujarnya.

Dia pun menargetkan Kalsel untuk meraih juara umum pada gelaran MTQ Nasional ini.

"Menjadi juara umum adalah target yang realistis, melihat kiprah dan prestasi kafilah Kalsel diberbagai gelaran MTQ Tingkat Nasional," tuturnya.

Gubernur meyakini, dengan kerja keras dan persiapan yang matang kafilah Kalsel dapat meraih prestasi tertinggi dalam sejarah Kalsel kembali menjadi tuan rumah setelah 50 tahun lamanya atau terakhir pada 1970.

"Kita tidak hanya siap menyukseskan pelaksanaan akbar ini, tapi juga siap menjadi juara umum," paparnya.
Baca juga: Kalsel terus bersiap selenggarakan MTQ nasional ke-29 tahun 2022
Baca juga: Kalsel pastikan bisa sukseskan MTQ nasional 2022
Baca juga: Kemarin, penutupan MTQ Nasional hingga pembelajaran tatap muka