Kalsel raih medali emas pertama lewat cabang gulat

·Bacaan 1 menit

Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan mengaku bersuka cita karena akhirnya cabang olahraga gulat memberikan medali emas pertama bagi kontingen Kalsel pada PON XX yang digelar di Provinsi Papua.

"Akhirnya daerah kita dapat medali emas, gulat yang "pecahkan telor" itu," ujar Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Provinsi Kalsel M Fitri Hernadi saat dihubungi Antara, Senin.

Menurut laporan yang ia dapat dari Papua, peraih medali emas untuk Kalsel tersebut adalah Arbainsyah yang turun pada kelas 65kg gaya bebas, yang bertanding di GOR Futsal Dispora Marauke, Senin.

"Ini kabar yang luar biasa menggembirakan, semoga medali emas lainnya daerah kita dapat lagi," harap Fitri.

Baca juga: Pegulat Kaltim Zainal Abidin juarai gulat gaya bebas 57kg PON Papua

Ia mengungkapkan masih ada beberapa cabang olahraga lagi yang diikuti kontingen Kalsel, salah satunya, yaitu tinju dengan dua atletnya yang melaju ke babak final.

"Demikian juga pencak silat dan kempo. Jadi, ada peluang tambahan medali emas lagi," papar Fitri.

Sementara itu, pelatih cabang olahraga gulat Kalsel Zulhaidir juga mengaku sangat gembira terhadap atletnya yang sudah menyumbangkan medali di PON Papua.

Khususnya bagi Arbainsyah yang sudah meraih medali emas. Sementara dua atlet lainnya, yakni Rendi Aditya dan Roxana meraih medali perunggu.

Kalsel menurunkan sebanyak sembilan atlet untuk cabang olahraga gulat pada PON Papua, dengan target dua medali emas.

"Doakan para atlet kita yang masih berjuang ini bisa meraih prestasi dengan meraih medali emas," pungkas Fitri.

Pada PON XX Papua, kontingen atlet Kalsel berjumlah 111 atlet, yang mengikuti 25 cabang olahraga.

Baca juga: Roxana tak akan berhenti bergulat sebelum dapat lagi emas PON
Baca juga: Kalsel andalkan Fahriansyah dulang emas gulat PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel