Kalsel tambah 16 kasus COVID-19, terbanyak dari Banjarmasin-Banjarbaru

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan penambahan 16 kasus positif COVID-19, pada Sabtu ini, dan terbanyak dari Kota Banjarmasin serta Kota Banjarbaru.

Dinkes Kalsel menyampaikan sebanyak 16 kasus tersebut dari Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru masing-masing 6 kasus, selanjutnya dari Kabupaten Barito Kuala sebanyak 3 kasus dan Kabupaten Tanah Laut 1 orang.

Dengan adanya tambahan 16 kasus baru ini, maka pasien COVID-19 di Kalsel di 13 kabupaten/kota sebanyak 117 orang.

Pasien COVID-19 di Kalsel yang dirawat saat ini terbanyak dari Kota Banjarmasin 60 orang, Kota Banjarbaru sebanyak 26 orang, Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 10 orang, Kabupaten Banjar sebanyak 9 orang.

Baca juga: Dinkes: 13 kabupaten/kota di Kalsel tetap berstatus PPKM level 1

Baca juga: Kalsel ada penambahan tiga kasus COVID-19 dari Banjarmasin

Selanjutnya dari Kabupaten Barito Kuala sebanyak 6 orang, Kabupaten Tanah Laut sebanyak 3 orang, Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 2 orang dan Kabupaten Hulu Sungai Utara 1 orang.

Sementara itu 5 kabupaten, yakni, Kabupaten Kotabaru, Tapin, Hulu Sungai Tengah, Tabalong dan Balangan nihil pasien COVID-19.

Untuk total kasus COVID-19 di Kalsel selama pandemi ini, sebanyak 84.515 kasus.

Sementara itu, Dinkes Kalsel juga melaporkan adanya pasien COVID-19 yang sembuh sebanyak 9 orang, semuanya berasal dari Kota Banjarbaru.

Sehingga kesembuhan dari COVID-19 di Kalsel selama pandemi sebanyak 81.852 orang.

Sementara itu pula dilaporkan pada hari ini tidak ada tambahan kasus meninggal dunia, total masih sebanyak 2.537 orang.

Dengan data tersebut, kini persentase kesembuhan dari COVID-29 di Kalsel mencapai 96,86 persen, dirawat 0,14 persen dan kematian 3,00 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Dr Diauddin di Banjarmasin, Sabtu, kembali meminta masyarakat makin waspada, terapkan protokol kesehatan dengan ketat, karena kasus COVID-19 terus naik dalam pekan ini.

Selanjutnya bagi warga yang belum melakukan vaksinasi agar secepatnya mengikuti vaksinasi, khususnya untuk suntik booster, sebab baru 20 persen warga di provinsi ini jalani suntik dosis ketiga tersebut, padahal target sasaran sekitar 3 juta orang.

Diauddin pun menyampaikan pula bahwa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di provinsi ini terus diberlakukan, yakni, level 1.

"Jadi daerah kita terus waspada COVID-19 ini, jangan kendor disiplin protokol kesehatan," ujarnya.*

Baca juga: Kalsel tambah 4 pasien sembuh dari COVID-19 dan 24 masih dirawat

Baca juga: Tujuh kabupaten di Kalsel sudah tidak ada lagi pasien COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel