Kalteng upayakan penurunan inflasi hingga di bawah lima persen

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyatakan sejumlah kebijakan dan langkah strategis dilakukan sebagai upaya menurunkan inflasi hingga di bawah lima persen sampai akhir tahun 2022 mendatang.

Tak hanya oleh jajaran pemerintah provinsi, namun juga melalui pemerintah kabupaten dan kota mengambil langkah-langkah strategis dan konkret mengantisipasi inflasi daerah serta menjaga daya beli masyarakat, kata Sugianto di Buntok, Kalteng, Sabtu.

“Saya minta wali kota dan bupati menugaskan satgas pangan melakukan operasi pasar, pasar murah, pasar penyeimbang, hingga menindak tegas para penimbun bahan pangan," jelasnya.

Sugianto meminta dilakukan langkah serentak dan upaya nyata tersebut oleh masing-masing bupati maupun wali kota, yang dimulai sejak 5 September 2022 ini secara bersama-sama.

"Pemerintah provinsi akan memantau secara berkala implementasi dari arahan untuk mengantisipasi inflasi maupun menjaga daya beli masyarakat tersebut," tuturnya.

Seperti diketahui, tingginya harga pangan dunia memicu inflasi tinggi di beberapa negara dan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kalteng pada Juli 2022 tercatat sebesar 6,79 persen secara tahunan (YoY).

Terkait kondisi ini, salah satu kebijakan Pemprov Kalteng dalam pengendalian inflasi adalah dengan mewujudkan Strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi.

Sebagai implementasi dari Strategi 4K tersebut, yaitu dengan mitigasi dampak kebijakan likuiditas global dan peningkatan harga komoditas dunia, terhadap inflasi maupun daya beli masyarakat untuk menjaga keterjangkauan harga.

Menjaga inflasi kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) dalam kisaran 3,0-5,0 persen dengan menjaga ketersediaan pasokan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Selanjutnya, memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi untuk menjaga kelancaran distribusi, serta memperkuat sinergi komunikasi kebijakan untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat.

"Langkah-langkah menghadapi inflasi daerah bukan hanya dalam jangka panjang, tetapi saat ini diperlukan pula langkah antisipasi jangka pendek seperti menyelenggarakan operasi pasar bawang merah dan cabai rawit," tuturnya.

Selain itu, juga komoditas lainnya bekerja sama dengan Bulog, gerakan nasional pengendalian inflasi pangan yakni Sakuyan (seribu) Lombok se-Kalteng, pemberian subsidi biaya transportasi, serta penguatan komunikasi belanja bijak untuk menjaga masyarakat dan menahan perilaku konsumtif.

Baca juga: Potensi komoditas buah Food Estate Kalteng capai Rp79,55 miliar
Baca juga: Kementan perluas lahan food estate di Kalteng hingga 82 ribu hektare
Baca juga: Pendapatan petani di lumbung pangan Kalteng meningkat