Kaltim dan Jabar berbagi medali emas nomor embu berpasangan

·Bacaan 1 menit

Tim Kalimantan Timur dan Jawa Barat saling berbagi medali emas nomor embu berpasangan campuran pada pertandingan cabang olahraga kempo PON XX Papua di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura, Sabtu.

Para kensi Kaltim meraih medali emas nomor embu berpasangan campuran kyukenshi, sedangkan tim Jawa Barat mengamankan medali emas embu berpasangan campuran yudhansa.

Pasangan Muhammad Carsar Ramadhan dan Roro Ajeng Kurti Darmawestri memastikan medali emas bagi Kaltim setelah memperoleh nilai tertinggi 272,5. Mereka mengungguli pasangan Randata M. Putra Minfini dan Dewinda V. Pinis asal NTT yang meraih perak dengan nilai 267,0.

Sedangkan medali perunggu direbut pasangan Ahmad Idris Alfianda dan Bunga Chintya Prameswari (DKI Jakarta) dengan nilai 266,5.

Sementara di nomor embu berpasangan campuran yudhansa, kensi Jawa Barat Hagies Mugara dan Adinda Putri Sofyan menjadi yang terbaik dengan mengoleksi nilai tertinggi 270,5.

Posisi kedua ditempati wakil Kaltim Erick Syahputra dan Marlina Sari dengan nilai 266,5, dan medali perunggu milik pasangan Dionisous H. Ramli dan Aldiani Astrid Helena Deni (NTT) dengan nilai 266,01.

Ketua Pengprov Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Provinsi Kaltim Iskandar mengapresiasi raihan satu medali emas dan perak dari para kensi yang berlaga di hari pertama pertandingan kempo PON Papua.

"Hari pertama ini mempertandingkan empat nomor, yakni dua nomor embu berpasangan dan dua embu beregu. Panpel baru mengumumkan dua nomor yang telah ada juaranya dan Kaltim sudah mengantongi satu medali emas dan satu perak," kata Iskandar.

Ia berharap pada dua nomor embu beregu yang akan diumumkan hasilnya pada Minggu (10/10), tim kempo Kaltim juga bisa meraih medali emas.

"Target kami memang dua emas, saat ini baru satu yang kita dapatkan. Semoga besok terealisasi," kata Iskandar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel