Kamala Harris mundur dari pencalonan presiden 2020

Washington (AFP) - Politisi Demokrat Kamala Harris pada Selasa mengumumkan telah mengakhiri pencalonan pemimpin Gedung Putih 2020 menyusul periode kacau kampanye dan penggalangan dana yang mengecewakan yang berakibat kepada kegagalannya sehingga memicu keluar dari kumpulan besar kandidat.

"Saya sudah mengkaji dan melihat hal ini dari berbagi sudut, dan dalam beberapa hari terakhir sampai kepada salah satu keputusan tersulit dalam hidup saya," kata senator dari California itu kepada para pendukungnya dalam sebuah surel.

"Kampanye kepresidenan saya tidak memiliki sumber daya keuangan yang kami butuhkan agar berlanjut."

Harris, 55, adalah satu-satunya wanita Afrika-Amerika yang mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.

Dia meroket ke puncak barisan calon setelah meluncurkan kampanye yang menjanjikan pada Januari, tetapi harus menghadapi prospek yang merosot dalam beberapa bulan terakhir ketika dia berjuang menentukan posisinya dakan berbagai masalah domestik termasuk pelayanan kesehatan.

Harris adalah salah satu nama besar hingga saat ini yang mengundurkan diri dari pencalonan, bersama dengan mantan anggota Kongres Beto O'Rourke dari Texas dan wali kota New York Bill de Blasio.

Setelah stagnan pada urutan kelima dalam berbagai jajak pendapat, dengan sekitar 3,4 persen dukungan, dia bertengger di tempat keenam dari 16 kandidat setelah miliarder mantan wali kota New York Mike Bloomberg baru-baru ini melemparkan topi untuk turut dalam pencalonan presiden.

"Saya bukan miliarder. Saya tak bisa mendanai kampanye saya sendiri," tulis dia kepada para pendukung. "Karena kampanye telah berjalan, semakin sulit mengumpulkan uang yang kami butuhkan untuk bersaing."

Itu adalah serangan menggigit dan terbuka kepada beberapa saingan dia, termasuk Bloomberg dan aktivis miliarder Tom Steyer, dan sebuah pengakuan mengenai tumpukan uang yang dibutuhkan seorang kandidat untuk melakukan kampanye yang layak dalam lingkungan politik yang kelewat panas saat ini.

Harris menjadi salah seorang pengkritik paling sengit Donald Trump di antara para calon presiden untuk Pemilu 2020 dengan langsung menyerang sang presiden yang sedang diperangi itu dan berulang kali menyerukan pemakzulan.

Dia juga mengkritik kerasa kandidat utama Partai Demokrat Joe Biden dalam debat presiden pertama partai itu, sebuah langkah yang justru menjadi kesalahan strategis ketika dukungannya malah merosot sebaliknya Biden makin mantap.

Harris segera menerima pujian dari kandidat lain di Twitter setelah keluar prematur dari pencalonan ini.

"Kampanyenya memecahkan penghalang dan melakukannya dengan suka cita. Cinta Anda, saudari," kata Senator Cory Booker, kandidat kulit hitam lainnya dalam pencalonan presiden 2020.

Harris adalah bakal calon presiden ketiga yang mundur dalam beberapa hari terakhir, bersama dengan politisi Demokrat dari Montana, Steve Bullock, dan mantan anggota Kongres Joe Sestak.