Kamar kos di Karawang jadi tempat praktik PSK

MERDEKA.COM, Pemkab Karawang perlu melokalisasi pekerja seks komersial untuk mencegah penularan HIV/AIDS, kata Direktur Yayasan Kita Kita, Iwan Soemantri Amintapraja. Sebabnya kini para PSK tersebar di mana-mana. Mereka bahkan beroperasi di kamar-kamar kos.

Yayasan Kita Kita merupakan salah satu lembaga swadaya masyarakat pegiat HIV/AIDS di Karawang, memiliki ratusan warga binaan yang umumnya merupakan pekerja seks komersial. Keberadaan pekerja seks komersial (PSK) di Karawang itu sendiri tersebar di sejumlah tempat sekitar Karawang, mulai dari perkotaan sampai pedesaan.

"Jika keberadaan PSK dibiarkan tersebar di sejumlah titik wilayah Karawang, itu sama saja membiarkan virus HIV/AIDS bertebaran di mana-mana. Jadi, perlu dibentuk lokalisasi untuk mengurung penyebaran virus itu," kata Iwan di Karawang, Sabtu (1/12). Demikian dikutip antara.

Dikatakannya, sesuai dengan survei yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir, di Karawang ini terdapat 53 titik transaksi seksual.

"Rumah-rumah kos yang sering disalahgunakan untuk kegiatan serupa," jelas Iwan.

Menurut dia, terobosan dengan membentuk wilayah binaan atau lokalisasi PSK tersebut merupakan bagian dari upaya meregulasi maraknya seks di Karawang. Sebab, jika seks itu tidak diregulasi maka akan bertebaran virus HIV/AIDS di banyak tempat.

Dengan adanya lokalisasi PSK, maka bisa diketahui perkembangan virus HIV/AIDS di Karawang. Atas hal itu lebih baik disatu-titikkan lokalisasi PSK tersebut. Dia menilai pembentukan wilayah binaan atau lokalisasi PSK itu merupakan bagian dari upaya menurunkan kasus HIV/AIDS di Karawang.

Hingga kini kasus HIV/AIDS di Karawang cukup tinggi, mencapai 69 kasus selama Januari-November 2012. Sedangkan data lama hingga akhir Desember 2011, kasus HIV/AIDS di Karawang mencapai 283 kasus.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.