Kamaruddin Geram Kubu Sambo Tuding Brigadir J Berkepribadian Ganda

Merdeka.com - Merdeka.com - Kubu Ferdy Sambo menduga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J memiliki kepribadian ganda dan akan menggali hal tersebut. Hal tersebut di sampaikan oleh kuasa hukum Sambo dalam nota keberatan di persidangan perkara pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa FS dan PC di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjutak menilai hal itu hanya alasan pihak Sambo CS agar perkara ini menjadi ringan.

"Itu hanya cari alasan supaya Sambo cs cepat dikirim ke neraka," ungkap Kamaruddin saat kepada wartawan, Selasa (8/11).

Kamaruddin bahkan menyinggung tim kuasa hukum Sambo yang coba mengaitkan kasus pembunuhan pada Juli 2022 lalu dengan isu Yosua kepribadian ganda.

"Makanya saya bilang mending Sambo ganti pengacara karena tidak menolong mereka, nanti saya yang bayar biayanya," sindir Kamaruddin.

Menurutnya, seseorang yang masuk ke institusi kepolisian sudah memiliki bekal pemeriksaan yang lengkap. Dia yakin hal itu juga dilakukan Yosua. Apalagi, dalam perjalanan karirnya, Yosua dipilih Sambo menjadi ajudannya.

"Lahir sehat, masuk polisi sehat, menjalani profesi polisi sehat, terus dari Jambi, karena dia terbaik direkrut ke Pidum Polri, karena di mata Sambo terbaik, dia direkrut menjadi ajudan," beber Kamaruddin.

"Lantas ada enggak Jenderal yang bodoh, yang merekrut yang tidak sehat menjadi ajudan? Ada gak orang yang nyuruh orang penyakitan jadi ajudan?" sindir dia.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mempersilakan tim penasihat hukum Ferdy Sambo menggali dugaan adanya kepribadian ganda dari Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Hal itu dikatakan majelis hakim saat menjawab surat keberatan dilayangkan kubu Ferdy Sambo salah satunya berisi dugaan kepribadian ganda Brigadir J yang hendak dikonfirmasikan kepada saksi-saksi.

"Terus ada lagi keberatan saudara [penasihat hukum] bahwa korban almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat ada kecenderungan memiliki kepribadian ganda," ujar ketua majelis hakim Wahyu Iman Santosa saat bacakan surat keberatan penasihat hukum Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11).

Wahyu mengingatkan jika sidang ini digelar untuk mencari kebenaran materiil. Sehingga apabila tim penasihat hukum ingin menggali perihal kepribadian ganda Brigadir J bisa dengan cara memanggil saksi meringankan atau saksi A de Charge dalam persidangan nanti.

"Mohon maaf kalau saudara mau menanyakan saksi berkaitan ini, kita memeriksa saksi ini adalah berkaitan dengan peristiwa pembunuhan, dalam perkara ini saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum, apa yang memang ada dalam berkas perkara silakan ditanya, yang tidak ada jangan ditanya," ujar Wahyu.

"Bahwa saudara mau menggali ternyata korban memiliki kepribadian ganda, itu silakan. Kita berikan waktu ke saudara untuk menghadirkan saksi meringankan terdakwa, silakan," imbuh Wahyu.

Majelis hakim kemudian memberikan kesempatan yang sama kepada penasihat hukum maupun tim jaksa penuntut umum (JPU) dalam rangka pembuktian.

"Intinya kami memberikan kesempatan yang sama baik jaksa penuntut umum dan penasihat hukum untuk memberikan pembuktian," kata hakim. [lia]