Kamaruddin Tak Kunjung Minta Maaf, Pengacara Tunggu Keputusan Ahok soal Lapor Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kuasa Hukum Komisaris Utama PT. Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Ahmad Ramzy menyebut hingga kini belum ada permintaan maaf dari kuasa hukum Brigadir J atau Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak.

Permintaan maaf dimaksud kuasa hukum Ahok itu terkait Kamaruddin yang menyinggung isu hubungan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dengan Puput Nastiti Devi, mantan ajudan Veronica Tan, hingga ke jenjang pernikahan.

Ramzy mengancam melaporkan Kamaruddin atas kasus pencemaran nama baik. Laporan itu menyusul tak ada permintaan maaf dari Kamaruddin hingga batas waktu diberikan Rabu (27/7) kemarin.

"Belum ada (permintaan maaf dari Kamaruddin Simanjutak). Dan pak Ahok juga sudah mengetahui respons Kamaruddin Simanjutak tersebut," kata Ramzy saat dihubungi, Kamis (28/7).

Menurut Ramzy, pelaporan itu masih akan menunggu keputusan dari Ahok. "Minggu depan pak Ahok putuskan (membuat laporan atau tidak)," ujar dia.

Pengacara Ahok Konsultasi ke Polisi

Langkah awal dilakukan Ramzy dengan berkonsultasi ke Unit Subdit Cyber Polda Metro Jaya terkait perkataan Kamaruddin, yang viral di media sosial. Konsultasi itu dilakukan Ramzy dengan membawa bukti berupa video, pada Senin (25/7) kemarin.

"Bukti-bukti lainnya tentang ini kita lampirkan semuanya," kata Ramzy.

Ramzy menilai, pernyataan Kamaruddin tidak elok dan tidak pantas. Lantaran kasus yang menimpa Ahok sudah selesai. Ramzy juga menyarankan untuk Kamaruddin fokus terhadap perkara yang sedang ditanganinya.

"Apalagi kejadian ini sudah 4 tahun lalu sudah ada pengutusan pengadilan dan semua sudah tetera pada keputusan," tegasnya.

Kamaruddin Klaim Belum Terima Surat Somasi

Kamaruddin mengklaim kalau pihaknya belum melihat surat kuasa hukum Ahok maupun somasi yang perlu ditanggapinya, sebagaimana dilayangkan pihak Ahok.

"Minta surat kuasa dan somasinya, untuk saya tanggapi. Jantungnya Advokat, adalah surat kuasa," kata Kamaruddin saat dikonfirmasi, Senin (25/7).

Dia menganggap jika apa yang disampaikannya tidak pernah menyinggung soal dugaan perselingkuhan Ahok. Dirinya mengaku hanya bertanya sejak kapan Ahok dan Puput berpacaran.

"Tidak ada yang ngomong perselingkuhan, saya cuma bilang kapan pacarannya. Kapan pacaran itu kan pertanyaan, kalau ada pertanyaan, yang diperlukan itu jawaban," ujarnya.

Lantas, Kamaruddin merasa bingung atas apa yang dipermasalahkan pengacara Ahok, Ramzy. Termasuk mempertanyakan ihwal unsur tindak pidana apa yang rencananya akan dilaporkan oleh pengacara Ahok tersebut.

"Saya bertanya itu tindak pidana bukan. Jadi, kalau tindak pidana itu adalah kesalahan, kesalahan itu mengandung niat jahat atau mens rea," ungkapnya.

Di samping itu, Kamaruddin juga mempertanyakan alasan pihak Ahok yang menuntut dirinya agar segera menyampaikan permintaan maaf. Padahal, dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun atas pertanyaan hubungan pribadi Ahok secara publik.

"Saya kan bertanya kapan pacarannya, masa saya minta maaf karena bertanya, paham maksudnya," ucap dia.

Pernyataan Kamaruddin Viral di Media Sosial

Sebelumnya, perkataan Kamaruddin yang mengaitkan kasus yang ditanganinya dengan kasus Ahok viral di media sosial. Salah satunya pengunggah dari akun Tiktok @beritayoutubee.

Di Video tersebut, Kamaruddin membuat pernyataan dengan membawa nama Ahok serta istrinya, Puput.

"Saya melempar pertanyaan buat kita semua, saya belajar dari kasus Ahok. Waktu itu Ahok menuduh ibu Veronicalah yang berselingkuh, mungkin semua kita masih mengingat-ingat itu, bahkan Ahok paling sering menyebut nama Yesus seolah-olah Ahok itu benar," kata Kamaruddin dalam potongan video itu.

"Tetapi ketika Ahok sudah dipenjara tiba-tiba dia buat janji perkawainan dengan ajudan ibu itu. Pertanyaan saya kapan mereka pacaran sehingga Ahok di balik jeruji dan di balik tembok mengikat perjanjian kawin dengan ajudan ibu itu," kata dia. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel