Kamboja luncurkan ekspor lengkeng ke China

Kerja sama praktis di bidang pertanian mendorong pengembangan hubungan persahabatan China-Kamboja yang juga memberikan ruang pengembangan yang baik bagi kerja sama pertanian antara kedua negara, menurut seorang menteri Kamboja.

Kamboja pada Kamis (27/10) meluncurkan ekspor buah lengkeng ke China, menandai kerja sama sukses lainnya di sektor pertanian antara kedua negara.

Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kamboja Dith Tina dan Duta Besar (Dubes) China untuk Kamboja Wang Wentian menghadiri upacara peluncuran tersebut di Phnom Penh.

Saat berbicara pada acara tersebut, Tina mengatakan kerja sama praktis di bidang pertanian mendorong pengembangan hubungan persahabatan China-Kamboja, dan hubungan persahabatan antara kedua negara juga memberikan ruang pengembangan yang baik untuk kerja sama pertanian antara kedua negara.

"Sejak 2019 hingga akhir Juni 2022, Kamboja mengekspor total 2,4 juta ton produk pertanian ke China, dengan total nilai ekspor 1,942 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp15.573)," katanya.

Sang menteri mengatakan China menjadi pasar ekspor terbesar bagi produk beras Kamboja selama beberapa tahun, dan sejak 2019, Kamboja mendapat izin untuk mengekspor pisang, mangga, ikan Basa, jagung, dan lengkeng ke China secara terpisah.

"Saat ini, kedua pihak sedang mempercepat ekspor lada, produk akuatik liar, hewan akuatik yang dapat dikonsumsi, sarang burung, kelapa, dan produk-produk lainnya dari Kamboja ke China," katanya.

Diyakini bahwa lebih banyak produk pertanian Kamboja akan mendapat izin untuk diekspor ke China di masa mendatang demi kepentingan kedua negara, kata Tina.

Sementara itu, Wang mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, di bawah arahan pemimpin kedua negara, kerja sama pertanian antara China dan Kamboja menunjukkan kekuatan yang besar
Sementara itu, Wang mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, di bawah arahan pemimpin kedua negara, kerja sama pertanian antara China dan Kamboja menunjukkan kekuatan yang besar

Pada April, kementerian pertanian dari kedua negara mengadakan pertemuan kedua Komite Penasihat Kerja Sama Pertanian China-Kamboja, yang menentukan arah utama kerja sama pertanian antara kedua belah pihak di masa mendatang, katanya.

Proyek perencanaan pembangunan pertanian yang dibantu oleh China di Kamboja juga mulai diimplementasikan, katanya.

Dubes tersebut mengatakan kerja sama antara kedua negara di bidang peternakan juga membuahkan hasil yang baik. Kedua belah pihak mencapai kesepakatan dalam nota kesepahaman kerja sama di bidang obat veteriner, produk biologi veteriner, dan bahan tambahan pakan.

Dia menambahkan bahwa dengan upaya dari kedua belah pihak, ikan Basa, jagung, dan lengkeng asal Kamboja berhasil mendapatkan persetujuan untuk diekspor ke China tahun ini.

"Hari ini, kita menyaksikan keberhasilan ekspor lengkeng Kamboja ke China. Ini pencapaian penting lainnya dalam kerja sama pertanian China-Kamboja di tengah pandemi. Ini akan membawa manfaat nyata bagi rakyat di kedua negara dan memberikan dorongan signifikan bagi pengembangan lebih lanjut hubungan persahabatan China-Kamboja," kata Wang.

Tina dan Wang bersama-sama mengeluarkan lisensi bagi delapan pabrik pengemasan Kamboja untuk mengekspor lengkeng ke China, demikian Xinhua dikutip Jumat.