Kamboja siap sambut kembalinya investor dan wisatawan China

Kementerian Pariwisata Kamboja pada Kamis (5/1) mengatakan bahwa negara kerajaan itu siap menyambut kembalinya investor dan wisatawan China, mengatakan bahwa kehadiran mereka sangat penting bagi pengembangan pariwisata dan sosial-ekonomi negara itu.

"Kamboja dengan senang hati menyambut kembalinya wisatawan China serta wisatawan mancanegara (wisman) lainnya," menurut pernyataan pers kementerian tersebut. "Investor dan wisatawan China berkontribusi penting terhadap pertumbuhan pariwisata dan pembangunan sosial-ekonomi Kamboja."

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa pembukaan kembali perbatasan oleh China mulai 8 Januari 2023 akan memberikan dorongan besar bagi sektor pariwisata di semua negara, mengingat China merupakan sumber wisatawan potensial yang sangat besar bagi dunia.

Sebelum era pandemi, Kamboja menerima 2,36 juta wisatawan asal China pada 2019, menghasilkan pendapatan sebesar sekitar 1,8 miliar dolar AS.
Sebelum era pandemi, Kamboja menerima 2,36 juta wisatawan asal China pada 2019, menghasilkan pendapatan sebesar sekitar 1,8 miliar dolar AS.

Menurut pernyataan itu, sebelum era pandemi, Kamboja menerima 2,36 juta wisatawan asal China pada 2019, menghasilkan pendapatan sebesar sekitar 1,8 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp15.610), sedangkan investasi China di sektor yang berkaitan dengan pariwisata meliputi 50 persen lebih dari total investasi asing langsung (FDI).

"Dengan masuknya kembali wisatawan China, Kamboja diperkirakan akan menerima sekitar 7 juta wisman pada 2025," sebut pernyataan itu, seraya menyoroti bahwa negara kerajaan tersebut menarik sekitar 2,2 juta wisman pada 2022.

Mengingat 2023 akan menandai 65 tahun peresmian hubungan diplomatik antara Kamboja dan China, Kementerian Pariwisata Kamboja akan meluncurkan kampanye bertajuk "Cambodia-China Good Friends" untuk menarik kedatangan wisatawan China ke Kamboja pada 2023, menurut pernyataan tersebut.

Perdana Menteri (PM) Kamboja Samdech Techo Hun Sen pada Senin (2/1) mengatakan bahwa pembukaan kembali perbatasan oleh China akan merevitalisasi perekonomian dan pariwisata negara kerajaan itu.
Perdana Menteri (PM) Kamboja Samdech Techo Hun Sen pada Senin (2/1) mengatakan bahwa pembukaan kembali perbatasan oleh China akan merevitalisasi perekonomian dan pariwisata negara kerajaan itu.

Perdana Menteri (PM) Kamboja Samdech Techo Hun Sen pada Senin (2/1) mengatakan bahwa pembukaan kembali perbatasan oleh China akan merevitalisasi perekonomian dan pariwisata negara kerajaan itu, mengungkapkan bahwa Kamboja dan negara-negara lain sangat menantikan kedatangan kembali wisatawan China.

"Kami berharap dapat kembali menyambut sekitar 2 juta wisatawan China," ujar sang PM dalam sebuah pidato publik.

Kamboja terkenal dengan tiga situs warisan dunia yang dimilikinya, yaitu Taman Arkeologi Angkor di Provinsi Siem Reap, Kuil Preah Vihear di Provinsi Preah Vihear, dan Situs Arkeologi Sambor Prei Kuk di Provinsi Kampong Thom.

Selain itu, negara tersebut memiliki 450 kilometer garis pantai yang masih asli yang membentang di empat provinsi di Kamboja barat daya.